Pengakuan Pelajar di Bogor yang Diamankan Saat Hendak Ikut Demo ke Jakarta, Cuma Bawa Uang Rp 6.000

Ratusan pelajar diamankan polisi di wilayah Kabupaten Bogor hendak mengikuti demo di Jakarta.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
DEMO DI JAKARTA - Ratusan pelajar diamankan di Mapolres Bogor usai terjaring penyekatan hendak mengikuti aksi unjuk rasa ke Jakarta, Kamis (28/8/2025). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Ratusan pelajar diamankan polisi di wilayah Kabupaten Bogor hendak mengikuti demo di Jakarta.

Pelajar tersebut berasal dari berbagai sekolah yang ada di Kota/Kabupaten Bogor, Depok, hingga Tangerang.

Salah satu pelajar yang diamankan yakni berinsial S, salah satu pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Bogor.

Pelajar kelas 10 itu mengatakan, diamankan oleh pihak kepolisian di Stasiun Cilebut bersama tiga rekannya.

"Awalnya mau ikut sekolahan saya, cuma udah pada duluan, saya ikut sama sekolah dia (rekannya). awalnya limaan, yang duanya mah kabur lewat belakang langsung naek kereta ke Jakarta," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (28/8/2025).

Setelah diamankan, ia digiring ke Mapolsek Sukaraja kemudian dibawa ke Mapolres Bogor dikumpulkan bersama pelajar lainnya.

Ia mengaku tertarik untuk mengikuti aksi unjuk rasa di Jakarta karena melihat postingan di media sosial.

Bahkan, ia rela untuk bolos sekolah demi bisa mengikuti aksi unjuk rasa tersebut bersama pelajar lainnya.

"Keluar harusnya jam 2-an, tadi masih pagi udah keluar jam 8-an," katanya.

Pelajat tersebut mengaku tidak mempersiapkan apapun untuk menyampaikan aspirasinya di depan Gedung DPR RI.

Bahkan, ia mengaku hanya bermodalkan uang Rp 6.000 untuk berangkat ke Jakarta setelah digunakan untuk membeli saldo tiket kereta.

"Bawa badan aja, kalau misalnya di jalan nemu bendera ambilin. Duit sisa Rp 6.000 (buat makan) kan patungan sama bocah," katanya.

Sementara itu, dengan keterbatasan pengetahuan yang dimilikinya, ia mengatakan ingin menyampaikan tuntutannya yaitu ingin membubarkan DPR.

Pasalnya, kata dia, peraturan yang dibuat tidak berpihak terhadap rakyat.

"Bubarin DPR, itu peraturannya engga enak gitu di kitanya, soal aset-aset gitu," katanya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved