Info UMKM Bogor

Sambal BOA Leuwiliang: Dari Dapur Kecil di Pelosok Bogor Jadi Rasa Pedas yang Mendunia

Menariknya, sambal ini tak hanya laris di Bogor saja. Kini sambal BOA telah didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.

Tayang:
Editor: Tsaniyah Faidah
Fifi Sulistiawati Dewi/Institut Ummul Quro Al Islami Bogor
UMKM BOGOR - Sambal BOA Leuwiliang, racikan Lidia Fuji Rahayu (31), yang sukses mengangkat cita rasa sambal khas Nusantara dengan kemasan modern. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Dari dapur sederhana di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, lahirlah sebuah produk sambal lokal yang kini mulai dikenal luas hingga luar daerah. 

Namanya Sambal BOA Leuwiliang, racikan Lidia Fuji Rahayu (31), yang sukses mengangkat cita rasa sambal khas Nusantara dengan kemasan modern.

Usaha yang berdiri sejak akhir tahun 2022 ini berawal dari situasi sulit, ketika sang suami kehilangan pekerjaan.

Dari dapur kecil itulah, muncul ide sederhana yang justru membawa berkah yang besar.

“Awalnya cuma iseng masak sambal, ternyata suami bilang enak banget, terus kita coba jual,” cerita Lidia.

Nama BOA memiliki makna khusus bagi Lidia. Bukan sekedar kata yang akrab di telinga masyarakat sunda, BOA juga menjadi singkatan dari “Berkah Oleh Allah”. Filosofi yang menjadi semangat utama usahanya.

Dari dapur sederhana di Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor, lahirlah Sambal BOA Leuwiliang yang sukses mengangkat cita rasa sambal khas Nusantara dengan kemasan modern.
Dari dapur sederhana di Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor, lahirlah Sambal BOA Leuwiliang yang sukses mengangkat cita rasa sambal khas Nusantara dengan kemasan modern. (Fifi Sulistiawati Dewi/Institut Ummul Quro Al Islami Bogor)

Kini Sambal BOA sudah mempunyai lebih dari 15 varian rasa.

Enam di antaranya menjadi favorit pelanggan, seperti sambal cumi, sambal roa asap, sambal cakalang asap, sambal kecombrang, sambal paru, dan sambal bawang.

Semua dibuat dengan bahan segar pilihan dan proses higienis menjaga rasa pedas, gurih, dan aroma rempah yang khas.

Setiap botol dikemas modern dengan tiga lapis segel, dari sil aluminium dalam hingga segel luar memastikan kualitas dan keamanan produk tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen.

Menariknya, sambal ini tak hanya laris di Bogor saja.

Kini sambal BOA telah menembus pasar Kalimantan, Bali, Papua, hingga Tangerang, bahkan mulai dilirik konsumen luar negeri seperti Singapura.

Harga sambal ini juga tergolong ramah di kantong.

Untuk pembelian langsung, harga per botol mulai dari Rp25.000, sementara untuk agen dan distributor tersedia harga khusus dengan minimal pembelian tertentu.

Produk ini juga bisa ditemukan di marketplace seperti Shopee, dengan kemasan yang praktis dan aman untuk pengiriman jauh.

Baca juga: Berawal dari Tanah Liat, Imah Keramik Bogor Kini Jadi UMKM Kreatif yang Mendunia dari Kota Hujan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved