Ternyata Harga Nangka Lokal Bogor Pernah Meroket Hampir 200 Persen, Begini Ceritanya

Ternyata buah nangka lokal Bogor yang terkenal manis, tebal dan wangi ini pernah mengalami kenaikan harga hampir 200 persen.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: khairunnisa
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
NANGKA ASAL BOGOR: Nangka lokal Bogor yang di jual di depan TMP Dreded, Jalan Pahlawan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Kamis (27/11/2025). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Nangka lokal Bogor di Pusat Nangka Pahlawan, area pedagang nangka legendaris di depan Taman Makam Pahlawan Dreded, Kota Bogor biasanya dijual dengan harga terjangkau.

Per Kamis (27/11/2025), harga nangka di tempat ini di angka Rp 25.000/Kg untuk nangka yang dipotong biasa.

Sementara nangka yang dikupas bersih, dijual Rp 30.000/Kg.

Harga ini terbilang normal dan tak jauh berbeda jika disandingkan dengan informasi harga nangka di internet di hari yang sama.

Namun harga nangka yang normal ini rupanya bisa meroket tajam pada momen tertentu.

Nangka lokal Bogor yang terkenal manis, tebal dan wangi ini pernah mengalami kenaikan harga hampir 200 persen.

Nangka hasil dikupas bersih yang biasanya Rp 30.000/Kg, pernah naik menjadi Rp 80.000/Kg.

Artinya terhitung mengalami kenaikan sekitar 166 persen, jika harga naik Rp 10.000 lagi kenaikannya mencapai 200 persen.

"Kemarin ini pernah naik jadi Rp 80.000," kata Yadi, salah satu pedagang nangka di Jalan Pahlawan kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (27/11/2025).

Momen harga nangka lokal Bogor yang melambung ini bukan serta merta karena stok nangka langka dari kebunnya.

Tapi karena begitu banyaknya warga yang ramai-ramai membeli nangka.

Momen ini tidak terjadi setiap hari, tapi pada momen sekali dalam setahun, yaitu di momen Bulan Ramadan.

"Kalau bulan puasa itu bisa nyampe Rp 80.000, Rp 70.000," katanya.

Nangka di momen tersebut terkesan seperti menjadi sulit didapat walau tetap ada.

Sebab di bulan Ramadan banyak ibu rumah tangga yang membeli nangka untuk menu buka puasa.

Belum lagi ditambah banyak pedagang musiman yang menjual menu buka puasa yang menggunakan bahan nangka.

"Di bulan puasa kan banyak yang dagang dadakan, kaya jual es teler gitu, itu setahun sekali banyak yang jualan dadakan gitu," katanya.

"Banyak pembeli, barang jadi langka. Sebenarnya ada nangkanya, cuman kan lambat matengnya," ungkap Yadi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved