Ketika Jembatan Satu-satunya Hilang, Warga Ciomas Bogor Rela Menantang Arus Demi Melanjutkan Hidup

Ambruknya Jembatan Ciomas bukan sekadar putusnya akses, tapi awal dari perjuangan baru warga Cariu yang kini harus menantang arus setiap hari.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: tsaniyah faidah | Editor: Tsaniyah Faidah
kolase Istimewa
Dok BPBD Kota Bogor/Dok. CAMAT via kompas.com - Ambruknya Jembatan Ciomas bukan sekadar putusnya akses, tapi awal dari perjuangan baru warga Cariu yang kini harus menantang arus setiap hari. 

Agus menjelaskan bahwa hilangnya jembatan bambu itu benar-benar memutus mobilitas harian dua kabupaten.

Pelajar yang harus segera masuk sekolah dan warga yang bekerja di wilayah seberang tidak memiliki banyak pilihan selain mengikuti kondisi sungai yang mulai surut.

Meski bisa dilewati, aliran sungai tetap bukan jalur ideal untuk aktivitas rutin.

Sementara itu, aparat kecamatan, perangkat desa, dan unsur keamanan langsung melakukan pemantauan di lokasi.

Upaya penanganan sementara mulai disusun untuk memastikan aktivitas warga bisa terus berjalan meski jembatan utama hilang.

Bersama masyarakat, pemerintah setempat kemudian membangun jembatan darurat dari bambu sebagai solusi awal. 

Jembatan sementara tersebut hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki, namun cukup untuk menghubungkan kembali warga yang dua hari terakhir menghadapi hambatan berat.

Pembangunan jembatan darurat itu menjadi langkah cepat agar anak sekolah, warga yang bekerja, dan penduduk yang beraktivitas antarwilayah tidak lagi bergantung pada arus sungai.

"Kita bangun jembatan darurat dulu untuk orang saja, bukan motor. Bahannya pakai bambu supaya warga dan anak sekolah bisa melintas lagi," ucap Agus.

Dengan bahan seadanya, jembatan itu diharapkan mampu menjadi akses sementara sambil menunggu rencana penanganan lebih lanjut.

Ambruknya jembatan di Sungai Ciomas bukan hanya tentang putusnya satu bentang bambu, tetapi terhentinya alur kehidupan dua desa yang selama ini saling terhubung.

Meski demikian, warga tetap bergerak, saling membantu, dan beradaptasi dengan keadaan, sembari menunggu solusi permanen untuk memulihkan jalur vital tersebut.

Ikuti saluran Tribunnews Bogor di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved