Polisi Berhasil Gagalkan Upaya Aborsi Sepasang Kekasih di Puncak Bogor, Begini Kronologinya
Polsek Cileungsi menerima informasi adanya sepasang kekasih yang diduga akan melakukan percobaan aborsi.
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Tsaniyah Faidah
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, MEGAMENDUNG - Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison berhasil menggagalkan upaya aborsi yang dilakukan oleh pasangan kekasih di kawasan Puncak Bogor.
Hal itu bermula saat Polsek Cileungsi menerima informasi adanya sepasang kekasih yang diduga akan melakukan percobaan aborsi.
Informasi tersebut berasal dari Kapolsek Ciputat, Kompol Bambang yang mendapatkan laporan terkait rencana pengguguran kandungan di Jalan Raya Puncak Cibogo, Desa Cipayung Datar, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
Karena lokasi kejadian masih berada di wilayah Kabupaten Bogor dan membutuhkan tindakan cepat, laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison.
Upaya awal dilakukan dengan berkomunikasi melalui sambungan telepon terhadap pasangan tersebut, namun tidak membuhkan hasil.
"Salah satu anggota Polwan Polsek Cileungsi sempat menghubungi laki-laki berinisial A dengan menyamar sebagai dokter kandungan, namun upaya tersebut gagal lantaran pasangan tersebut sudah mencurigai," ujarnya, Rabu (7/1/2026).
Tak ingin kehilangan waktu, Kompol Edison bersama istri serta tim operasional Polsek Cileungsi langsung bergerak menuju lokasi sesuai titik share location yang diterima.
Kompol Edison kemudian mendatangi salah satu dokter kandungan dan menyamar sebagai pasien.
Di ruang tunggu praktik dokter tersebut, Kompol Edison dan istri mendapati sepasang kekasih yang dicurigai, yakni perempuan berinisial E dan laki-laki berinisial A.
"Berdasarkan keterangan yang diperoleh, pasangan yang berstatus pacaran itu berniat menggugurkan kandungan yang telah berusia sekitar tiga bulan menuju empat bulan," ungkapnya.
Pasangan tersebut sebelumnya sempat mencari dokter di wilayah Cipayung, namun tidak ada yang bersedia melakukan tindakan aborsi.
Mereka kemudian diarahkan ke wilayah Cianjur, namun terkendala biaya. Pasangan tersebut akhirnya kembali ke Cipayung.
"Bahkan, sebelum mendatangi dokter kandungan, keduanya sempat membeli obat (penggugur kandungan) dan telah mengonsumsinya, namun obat tersebut tidak bereaksi," ungkapnya.
Untuk mencegah terjadinya tindakan yang melanggar hukum dan membahayakan keselamatan janin.
Keduanya kemudian dibawa ke Mapolsek Cileungsi dan pihak kepolisian juga memanggil orang tua masing-masing untuk dilakukan mediasi.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison memberikan ruang dialog dan pendekatan kemanusiaan agar kandungan tidak digugurkan.
Hasilnya, kedua belah pihak sepakat untuk mempertahankan kehamilan. Pihak laki-laki menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab dan merawat bayi tersebut hingga lahir.
"Kesepakatan tersebut kemudian dituangkan dalam surat perjanjian yang disaksikan oleh pihak keluarga dan kepolisian, sebagai bentuk komitmen bersama demi keselamatan dan masa depan anak yang dikandung," katanya.
| Penemuan Mayat Sopir Taksi di Kota Wisata Bogor, Polisi Temukan Berbagai Jenis Obat di Lokasi |
|
|---|
| Sopir Taksi Green SM Ditemukan Tewas di Cileungsi Bogor, Bibir dan Hidung Mengeluarkan Darah |
|
|---|
| Hulu Cileungsi dan Cikeas Bogor Sempat Diguyur Hujan, Begini Kondisi TMA Malam Ini |
|
|---|
| UPDATE TMA Hulu Cileungsi dan Cikeas Bogor Malam Ini, Ketinggian di Bawah Batas Normal |
|
|---|
| Polisi Gagalkan Pengiriman TKW Ilegal ke Oman di Cileungsi Bogor, 2 Korban Berhasil Diselamatkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Kompol-Edison-gagalkan-upaya-aborsi.jpg)