Penambang Terjebak di Bogor
Capai Kedalaman 200 Meter, Begini Penampakan Lubang Tambang Emas di Bogor yang Tewaskan 5 Orang
Para korban merupakan penambang emas ilegal atau gurandil yang melakukan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI)
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Ardhi Sanjaya
Ringkasan Berita:
- Lima penambang emas ilegal meninggal dunia akibat asap beracun di area tambang PT Antam Pongkor, Nanggung, Kabupaten Bogor.
- Korban masuk lewat lubang tambang ilegal yang dibuat sendiri. Hingga kini tiga orang lainnya masih dicari dan diduga masih di dalam lubang.
- Evakuasi sulit karena lubang sempit dan berbahaya, petugas mengimbau warga tidak masuk ke area tambang terlarang.
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, NANGGUNG - Lima orang meninggal dunia dalam insiden kepulan asap mengandung karbon monoksida di kawasan izin usaha pertambangan PT. Antam UPBE Pongkor.
Para korban merupakan penambang emas ilegal atau gurandil yang melakukan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
Tiga korban tewas di antaranya dievakuasi oleh Tim Rescue pada Minggu (28/1/2026), sedangkan dua korban lainnya dievakuasi mandiri oleh warga beberapa hari sebelumnya.
Di samping itu, dikabarkan masih terdapat tiga orang lainnya yang belum ditemukan dan diduga berada di dalam lubang tambang emas tersebut.
Para korban masuk melalui 'lubang tikus' yang digalinya sendiri di luar operasional resmi tambang milik PT. Antam UPBE Pongkor.
Tim Rescue pun telah berusaha memasuki lubang tambang tradisionao tersebut hingga kedalaman 200 meter.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari mengungkapkan, lubang tersebut memiliki diameter lebar 50-70 centimeter.
Untuk masuk ke dalam, Tim Rescue dilengkapi oleh alat pelindung diri (APD) lengkap dengan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA), Alat detektor Gas, dan Peralatan SAR untuk di ruang terbatas (Confined Space Rescue).
Ia pun mengimbau masyarskat untuk selalu memperhatikan larangan mendekat atau masuk daerah objek vital.
"Karena hal itu untuk bukti bahwa negara melindungi segenap manusia dengan memberikan tanda-tanda peringatan. Dan jika melanggar, maka konsekwensi yang timbul dari hal tersebut menjadi menjadi kelalaian pada diri kita sendiri," ujarnya, Rabu (21/1/2026).
Sebelumnya, tiga korban tewas ditemukan pada kedalaman sekitar 500 meter di atas permukaan laut (MDPL).
Evakuasi dilakukan dengan cara membobol dinding barikade yang dibangun oleh PT. ANTAM UPBE Pongkor untuk menjangkau dan mengevakuasi korban.
Hal itu diunhkap oleh Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Supriatna.
"Jadi pihak ANTAM sudah betul-betul melakukan upaya penjebolan bangunan ataupun barikade yang selama ini memang dijadikan akses untuk operasi di level tersebut dan sudah dirusak sehingga bisa mengevakuasi korban yang tiga," katanya.
| Ketua DPRD Kabupaten Bogor Minta Polisi Tindak Gurandil : Tidak Boleh Ada Pembiaran |
|
|---|
| Selidiki Penyebab 11 Gurandil Tewas di Bogor, Kapolda Jabar Temukan Kayu Terbakar di Lubang Galian |
|
|---|
| 11 Nyawa Melayang, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Prihatin Atas Musibah Tambang Emas Maut Pongkor |
|
|---|
| 11 Nyawa Gurandil Melayang dalam Lubang Tambang Emas di Bogor, Kapolda Jabar Cek Langsung |
|
|---|
| 11 Orang Tewas dalam Lubang Tambang Emas di Bogor, Kapolda Jabar Beri Bantuan untuk Keluarga Korban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Tim-SAR-saat-melakukan-pencarian-terhadap-gurandil-korban-asap-dalam-l.jpg)