Penambang Terjebak di Bogor

11 Nyawa Gurandil Melayang dalam Lubang Tambang Emas di Bogor, Kapolda Jabar Cek Langsung

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan pun turun langsung untuk mengecek penyebab munculnya asap di kawasan izin usaha

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Ardhi Sanjaya
Ist/Dok Polres Bogor
PENAMBANG TERJEBAK DI BOGOR - Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan saat masuk ke dalam lubang tambang emas di kawasan izin usaha pertambangan PT. Antam UPBE Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor 
Ringkasan Berita:
  • 11 penambang emas ilegal meninggal dunia akibat asap beracun di lubang tambang Nanggung, Bogor.
  • Kapolda Jabar turun langsung ke lokasi dan mengecek kondisi di dalam lubang tambang.
  • Diduga ada kayu terbakar, tapi penyebab pastinya belum diketahui karena gas beracun masih tinggi.

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, NANGGUNG - Sebanyak 11 nyawa penambang emas ilegal atau gurandil melayang akibat asap dalam lubang tambang di wilayah Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan pun turun langsung untuk mengecek penyebab munculnya asap di kawasan izin usaha pertambangan PT. Antam UPBE Pongkor.

Irjen Pol Rudi Setiawan masuk ke dalam lubang pertambangan peruhasaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.

Ia mengenakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, rompi, serta helm yang dilengkapi senter saat masuk ke dalam tanah.

Dalam pengecekan tersebut, ia mengaku menemukan objek yang diduga menjadi sumber kepulan asap yang muncul pada Selasa (13/1/2026) lalu.

Akan tetapi, ia menyebut belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran karena perlu dilakukan pendalaman.

Pasalnya, pada saat tim dari Pusat Laboratorium Forensik turun beberapa waktu lalu belum bisa menjaungkau titik tersebut karena tingginya kadar karbon monoksida.

"Saya melihat ada kayu yang terbakar, nah itu kan kita belum melakukan penyelidikan, kemarin Puslabfor sudah masuk tapi kembali lagi karena tempatnya belum dinyatakan aman," ujarnya, Kamis (22/1/2026).

Di samping itu, kata dia, saat ini kandungan karbon monoksida (CO) di dalam tambang emas tersebut masih cukup berbahaya.

Menurutnya, untuk masuk mencapai titik tersebut diperlukan alat pelindung diri agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Sampe hari ini masih relatif tinggi atau belum aman sepenuhnya untuk dimasuki oleh orang tanpa alat dan melakukan kegiatan-kegiatan," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved