Viral Es Kue

Kapok Difitnah dan Dianiaya, Penjual Es Kue Asal Bogor Pilih Ganti Profesi dan Berjualan di Rumah

Suderajat yang biasa berjualan es kue dengan cara berkeliling itu menyimpan trauma atas perlakuan tak mengenakan yang dialaminya.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Tsaniyah Faidah
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
PENJUAL ES KUE DIFITNAH - Suderajat, penjual es yang difitnah oleh oknum aparat disebut dagangannya berbahan spons saat dijumpai di kediamannya di Kampung Panjang, Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Selasa (27/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Suderajat kapok jualan es kue di Jakarta karena takut dianiaya lagi dan merasa trauma usai difitnah.
  • Ia memutuskan berhenti menjual es kue keliling dan memilih berjualan telur gulung di rumah saja.
  • Pihak kepolisian akan memberikan bantuan gerobak agar ia tetap bisa menafkahi lima anaknya dari rumah.

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOJONGGEDE - Penjual jajanan es kue difitnah bahwa dagangannya berbahan spons yang berbahaya jika dikonsumsi.

Tuduhan tersebut dilontarkan oleh oknum aparat di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat pada Sabtu (24/1/2026).

Penjual yang diketahui bernama Suderajat itu mendapat perlakuan tak mengenakan mulai dari dagangannya diremas hingga dilemparkan ke wajahnya.

Selain diminta untuk memakan dagangannya di depan kamera, Suderajat juga mengaku mendapat penganiayaan.

Akan tetapi fitnah tersebut tak terbukti karena setelah dilakukan pengecekan es kue tersebut layak untuk dikonsumsi.

Namun akibat hal itu Suderajat yang biasa berjualan dengan cara berkeliling itu menyimpan trauma atas perlakuan tak mengenakan yang dialaminya.

"Mau dagang di sini saya. Kapok ke Jakarta. Kapok," ujarnya saat dijumpai TribunnewsBogor.com, Selasa (27/1/2026).

Ayah dari lima orang anak itu mengaku kapok untuk berjualan es kue keliling dan memilih untuk beralih profesi dan berjualan di rumah saja.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Suderajat akan mendapatkan bantuan gerobak dari pihak kepolisian untuk mewujudkan keinginannya.

"Kapok saya. Malas ke Jakarta, kapok. Takutnya saya ditimpuk pakai batu gede. Mau dagang goreng-gorengan, iya (telor) gulung," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved