Viral Es Kue

Curhat Penjual Es Kue Bogor Difitnah Pakai Bahan Spons, Ngaku Dianiaya hingga Disuruh Minum Comberan

Penjual es kue asal Bogor yang viral difitnah pakai bahan Spons mengurai curhatan pilu. Suderajat mengaku sempat dianiaya oleh oknum aparat.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: khairunnisa | Editor: khairunnisa
TribunnewsBogor.com
PENJUAL ES BOGOR VIRAL: Penjual es kue asal Bogor yang viral difitnah pakai bahan Spons mengurai curhatan pilu. Suderajat mengaku sempat dianiaya oleh oknum aparat. 

Ringkasan Berita:
  • Suderajat pedagang asal Bogor difitnah jual es spons, padahal hasil uji lab menyatakan es kuenya aman dikonsumsi.
  • Suderajat mengaku dianiaya oknum aparat, hingga trauma dan berhenti berjualan.
  • Polisi meminta maaf, mengakui kesalahan atas video dan penindakan yang viral.

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Penjual es kue bernama Suderajat yang viral karena difitnah pakai bahan Spons mengurai curhatan pilu.

Bukan cuma difitnah, Suderajat mengaku sempat dianiaya hingga dipermalukan oleh oknum aparat yang memviralkannya.

Bak trauma, Suderajat pun kabarnya tak lagi berjualan es kue karena takut setelah diviralkan.

Sosok Suderajat belakangan memang tengah ramai disorot publik.

Pasalnya video Suderajat dituduh menjual es kue berbahan Spons dan tak layak konsumsi beredar luas di media sosial.

Suderajat dituding menjual makanan tak layak oleh oknum polisi dan TNI di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Kata oknum polisi dan TNI tersebut, Suderajat menjajakan makanan berbahaya untuk kesehatan.

Tapi setelah diperiksa, ternyata es kue yang dijual Suderajat dinyatakan aman konsumsi oleh Labfor Polri, hingga Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Ngaku sempat dianiaya

Usai peristiwa itu terjadi, Suderajat mengurai curhatan sedih.

Ditemui awak media di kediamannya di Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, pria usia 50 tahun itu mengaku sempat dianiaya oleh oknum aparat tersebut.

Bukan cuma dituduh macam-macam, Suderajat juga sempat ditendang hingga disuruh berdiri pakai satu kaki pada hari Sabtu (24/1/2026) kemarin.

Suderajat bahkan memperlihatkan luka memarnya di pundak akibat penganiayaan tersebut.

"(Saya) disabet, ditendang pakai sepatu boots. Kaki saya dibeginiin (berdiri satu kaki). Ini (di punggung) merah. (Muka) ditonjok) pakai cincin gede," kata Suderajat.

Akibat penganiayaan yang ia terima, Suderajat hingga kini merasa kesakitan.

Terlebih tubuhnya sempat dipukul menggunakan selang hingga ditonjok oleh oknum aparat.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved