Viral Es Kue

Warga Bogor Dianiaya dan Difitnah Jual Es Kue Berbahan Spons, Dikasih Uang Rp300 Ribu Setelah Bonyok

Pengalaman tak mengenakan dirasakan oleh penjual es kue keliling asal Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor yakni difitnah.

Tayang:
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: khairunnisa
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
PENJUAL ES KUE BOGOR: Suderajat, penjual es kue yang difitnah oleh oknum aparat menunjukan sejumlah luka bekas penganiayaan yang dialaminya, Selasa (27/1/2026). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOJONGGEDE - Pengalaman tak mengenakan dirasakan oleh penjual es kue keliling asal Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Pasalnya, Suderajat menjadi korban fitnah oknum aparat berpakaian Polisi dan berseragam TNI di kawasam Kemayoran, Jakarta Pusat pada Sabtu (24/1/2026).

Dagangannya dituding terbuat dari spons yang berbahaya jika dikonsumsi sehingga ayah lima orang anak itu dipermalukan di depan kamera.

Pria yang karib disapa Jajat itu dipaksa memakan dagangannya oleh pria berpakaian loreng hijau sambil melontarkan kalimat tak mengenakan.

Di balik kamera, Suderajat mengaku mendapat kekerasan fisik mulai dari dipukul, ditendang, disabet selang, hingga diancam akan digantung.

Bahkan, Suderajat sempat dibawa ke Polsek Kemayoran untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan baru dipulangkan sekitar pukul 03.00 WIB.

Suderajat mengaku hanya diber sejumlah uang untuk mengganti dagangannya yang dirusak oleh oknum aparat tersebut.

"(Dikasih uang) sama Polisi atasannya Rp300 ribu. Sudah bonyok, baru dikasih," ujarnya kepada wartawan, Selasa (27/1/2026).

Baca juga: Curhat Penjual Es Kue Bogor Difitnah Pakai Bahan Spons, Ngaku Dianiaya hingga Disuruh Minum Comberan

Uang ganti rugi tersebut digunakan oleh Suderajat untuk pulang ke rumahnya di Bogor menggunakan kereta.

Usai mengalami luka di sejumlah bagian tubuhnya, Suderajat mengaku tidak ada yang bertanggungjawab terhadapnya.

Ia pulang seorang diri dan luka yang diakibatkan oleh dugaan penganiayaan tidak ada yang mengobati.

Bahkan, hingga saat ini Suderajat mengaku belum menerima permohonan maaf secara langsung dari orang-orang yang menuduhnya.

"Boro-boro (dibawa ke rumah sakit) engga. Pas bonyok baru dikasih duit, pulang aja. Engga ada yang minta maaf," katanya.

Meski begitu, Suderajat saat ini hanya bisa pasrah  dan menyerahkan semuanya kepada sang pencipta untuk balasan dari setiap rasa sakitnya.

"Biar Allah Maha Kuasa yang balas," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved