Pergerakan Tanah di Babakan Madang Bogor, 11 Rumah Warga Rusak

Berdasarkan hasil kaji cepat yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Bogor, tercatat sebanyak 11 rumah mengalami kerusakan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
PERGERAKAN TANAH DI BOGOR - Kerusakan rumah warga mengalami retak akibat pergerakan tanah di wilayah Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BABAKANMADANG - Bencana geologi melanda wilayah Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor.

Pemukiman warga yang berada di Kampung Cimandala RT 4/7 dilanda pergerakan tanah pada Jumat (30/1/2026) dini hari.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB itu menyebabkan belasan rumah warga mengalami kerusakan.

Terlihat tembok-tembok rumah warga mengalami retakan akibat tanah mengalami pegerakan sehingga mempengaruhi struktur bangunan.

Berdasarkan hasil kaji cepat yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Bogor, tercatat sebanyak 11 rumah mengalami kerusakan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani mengungkapkan, kerusakan yang terjadi masuk dalam kategori rusak ringan.

Menurutnya, terjadinya bencana pergerakan tanah ini dipengaruhi oleh faktor cuaca di wilayah tersebut.

"Dikarenakan hujan dengan durasi yang cukup lama serta kontur tanah yang labil mengakibatkan pergeseran tanah di wilayah tersebut yang berdampak pada bangunan rumah warga," ujarnya, Sabtu (31/1/2026).

Dalam kejadian tersebut, sebanyak 11 kepala keluarga yang terdiri dari 57 jiwa di dalamnya terdampak.

Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini dan warga masih menempati rumahnya masing-masing.

Kendati demikian, M. Adam Hamdani mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan karena dikhawatirkan pergerakan tanah kembali terjadi.

"Untuk saat ini retakan bangunan pada rumah belum diperbaiki, dan dikhawatirkan saat hujan turun kembali mengakibatkan kerusakan yang lebih parah," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved