Rakornas Kepala Daerah
Momen Sosok Berpengaruh Duduk Berdampingan di Rakornas SICC Bogor, dari Gubernur Aceh hingga Jatim
Sejumlah gubernur yang cukup berpengaruh dan tersohor duduk berdampingan saat acara berlangsung.
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Tsaniyah Faidah
Ringkasan Berita:
- Gubernur Aceh, DIY, Jabar, Jakarta, dan Jatim duduk berdampingan dalam satu sorotan kamera di Rakornas SICC.
- Prabowo menegaskan persaingan selesai setelah Pemilu dan mengajak semua kepala daerah fokus bekerja demi rakyat.
- Prabowo menjamin pembangunan tetap merata meski di daerah tempatnya kalah suara, seperti di Aceh dan Sumatera Barat.
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BABAKANMADANG - Momen mencolok terjadi dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor.
Pasalnya, sejumlah gubernur yang cukup berpengaruh dan tersohor duduk berdampingan saat acara berlangsung.
Sejumlah kepala daerah tersebut yakni Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Kemudian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Pramono Anung, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah.
Kelima tokoh publik yang sangat populer di masyarakat itu secara tidak sengaja tertangkap kamera dalam satu frame yang ditampilkan pada layar utama acara.
Sebagaimana diketahui, Mualem merupakan eks pejuang Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang mempunyai pengaruh dan namanya cukup dikenal.
Sedangkan Sri Sultan Hamengkubuwono X merupakan Raja Kesultanan Yogyakarta yang terkenal sebagai sosok sederhana dan dekat dengan masyarakat.
Kemudian Dedi Mulyadi yang sangat aktif di media sosial pribadinya begitu dikenal dan dicintai oleh masyarakat Jawa Barat karena kedekatannya.
Berikutnya adalah Pramono Anung, pemangku kebijakan di daerah yang sangat berkembang pesat yakni Jakarta sebagai kota metropolitan terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara.
Selanjutnya ada Khofifah, seorang wanita tangguh yang mengawali karir politiknya pada tahun 1992 sebagai anggota DPR RI kemudian sudah dua kali menjadi menteri di era Gus Dur dan Joko Widodo.
Sementara itu, dalam taklimatnya Prabowo Subianto mengajak seluruh pemangku kebijakan untuk bekerja dengan sungguh-sungguh melayani masyarakat.
Prabowo Subianto meminta agar mengesampingkan warna partai dalam mengabdi untuk rakyat Indonesia.
"Persaingan ya persaingan, tapi begitu selesai sudahlah kerja, ini yang saya tawarkan, ayo bekerja untuk rakyat, Pak Pram dari PDIP tapi tetap saya dukung sebagai Gubernur DKI, supaya dki aman dan selamat," ujarnya, Senin (2/2/2026).
Menurutnya persaingan hanya cukup saat kontestasi pemilihan umum (umum) diselenggarakan.
Ia pun menegaskan tidak akan pilih kasih terhadap suatu daerah hanya karna mengacu pada hasil pemilu.
"Saya tidak akan tanya gubernur nya partai mana, pilih nomor 1, 2, 3, buktinya saya kalah di Sumbar tapi MBG sampai Sumbar, saya juga kalah di Aceh tapi tetap kita bangun Aceh, tidak boleh sakit hati kalau menang biasa karena kita mengabdi untuk Rakyat Indonesia," katanya.
| Tindaklanjuti Rakornas Pemerintah Pusat di SICC, Pemkab Bogor Siap Jalankan Instruksi Prabowo |
|
|---|
| Presiden Prabowo Subianto Perintahkan Dedie-Jenal Beberes, Minta Spanduk di Kota Bogor Ditertibkan |
|
|---|
| Ingin Jakarta Selamat, Presiden Prabowo Subianto Tetap Dukung Pramono Anung Meski Beda Partai |
|
|---|
| Cerita Tukang Ojek di Sentul Bogor Bawa Penumpang Pejabat yang Ikut Rakornas, Dapat Ongkos Rp50 Ribu |
|
|---|
| Cerita Ojek Sentul Bogor Ketiban Rezeki Rp150.000 Sekali Antar Pejabat Rakornas, Cuma Jarak 1 Km |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/gubernur-berpengaruh-duduk-berdampingan-di-rakornas.jpg)