Penampakan Antrean Kendaraan di Puncak Bogor Jelang Akhir Pekan, Dipicu Bottleneck Pasir Muncang
Antrean panjang kendaraan terjadi di kedua arah di Jalan Raya Puncak, baik kendaraan yang mengarah ke Puncak maupun yang dari arah Puncak.
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Tsaniyah Faidah
Ringkasan Berita:
- Jalan Raya Puncak Bogor padat merayap sore ini akibat volume kendaraan jelang libur panjang Imlek 2026.
- Antrean kendaraan sepanjang 2,5 km terjadi di Simpang Pasir Muncang karena adanya bottleneck.
- Kepadatan disebabkan oleh keluar-masuknya bus wisata di persimpangan serta lebar jalan yang mengecil.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Arus lalu lintas di Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor padat merayap pada Jumat (12/2/2026) sore jelang libur akhir pekan dan jelang libur Imlek 17 Februari 2026 mendatang.
Pantauan TribunnewsBogor.com, seperti diantaranya di kawasan Simpang Pasir Muncang, Megamendung.
Ini merupakan salah satu simpang pemicu kepadatan di Jalan Raya Puncak.
Terpantau simpang ini memang cukup ramai keluar masuk kendaraan ke Jalan Cikopo Selatan.
Bahkan di antaranya juga ramai merupakan bus-bus besar yang mengangkut rombongan wisatawan keluar masuk simpang ini.
Terpantau pukul 15.00 WIB, antrean panjang kendaraan terjadi di kedua arah di Jalan Raya Puncak, baik kendaraan yang mengarah ke Puncak maupun yang dari arah Puncak.
Dari panjang antreannya, terpantau sore ini didominasi antrean arus dari arah Puncak ke arah Jakarta.
Arus ini mengular panjang dari area Simpang Pasir Muncang melewati kawasan Tanjakan Selarong atau sepanjang sekitar 2,5 Km.
Kendaraan bergerak turun dari arah Puncak terpantau sangat lambat.
Apalagi ketika mendekati Simpang Pasir Muncang kerena arus di Jalan Raya Puncak harus berhenti dan melintas bergiliran karena tingginya arus keluar masuk kendaraan dari arah Jalan Cikopo Selatan.
Titik Rawan Macet
Diketahui, Simpang Pasirmuncang ini merupakan salah satu titik bottleneck di sepanjang Jalan Raya Puncak yang kerap menimbulkan antrean panjang.
Seperti yang pernah dijelaskan oleh KBO Satlantas Polres Bogor Iptu Ardian Novianto beberapa waktu kemarin.
"Jadi memang untuk titik-titik kepadatan sendiri itu sesuai dengan karakteristik Jalur Puncak yang mana dari 22,8 km panjangnya Jalur Puncak ini ada beberapa ruas yang mengalami penyempitan atau bottleneck," kata Ardian kepada wartawan.
"Yang mana ruas lebar jalan dari 12 - 14 meter menjadi ke 7 - 8 meter, sehingga terjadi penyempitan," imbuhnya.
Penyempitan jalan ini, kata dia, terjadi di Simpang Megamendung, Simpang Pasar Cisarua, dan Simpang Pasir Angin.
"Tiga titik itu yang sering menyebabkan terjadinya kepadatan maupun antrean yang cukup panjang," ungkapnya.
| Dedi Mulyadi Naik Kuda Putih di Kirab Mahkota Binokasih, Ni Hyang Duduk di Kereta Kencana |
|
|---|
| Bogor Jadi Tuan Rumah Ajang Bergengsi APFI 2026, Sebanyak 40 Foto Terbaik Dipamerkan |
|
|---|
| Kirab Mahkota Binokasih Tiba di Suryakencana Bogor, Pesona KDM dan Ni Hyang Buat Warga Histeris |
|
|---|
| Tanggapi Soal Jual Beli Jabatan ASN Pemkab Bogor, Bima Arya Sebut Godaan Pejabat Daerah |
|
|---|
| Penampakan Kepadatan Arus di Jalan Batutulis Kota Bogor Usai Kirab Budaya, Antrean Mengular Panjang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Arus-lalu-lintas-di-Jalan-Raya-Puncak-Jumat-1222026.jpg)