Tuntutan Massa Demo Isu Polisi Mahasiswa di Bogor: Pecat Listyo Sigit, Bubarkan Brimob !

Aksi massa diwarnai longmarch, aksi teatrikal tiarap, tabur bunga, hingga menyalakan lilin di tengah jalanan area kampus.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Para mahasiswa IPB menggelar aksi unjuk rasa dengan membawa isu Polisi, Jumat (27/2/2026) sore. 

Ringkasan Berita:
  • Mahasiswa IPB menggelar aksi demo di kampus Dramaga dengan menyoroti dugaan tindakan represif aparat.
  • Mereka menuntut pencopotan Kapolri dan evaluasi tim reformasi Polri agar lebih independen.
  • Mahasiswa juga meminta pembubaran Brimob dan perbaikan sistem pendidikan serta pelatihan anggota Polri.

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Para mahasiswa IPB menggelar aksi unjuk rasa dengan membawa isu Polisi, Jumat (27/2/2026) sore.

Pantauan TribunnewsBogor.com, aksi demo bawa isu polisi ini digelar di area kampus IPB, Dramaga, Kabupaten Bogor.

Aksi massa diwarnai longmarch, aksi teatrikal tiarap, tabur bunga, hingga menyalakan lilin di tengah jalanan area kampus.

Dalam aksi demo ini, mahasiswa menyoroti beberapa tindakan represif aparat yang telah terjadi.

Diantaranya seperti kasus yang melibatkan Arianda Tawakal yang belakangan heboh.

Fadlan, salah satu peserta aksi menjelaskan bahwa ada beberapa tuntutan yang mereka suarakan.

"Tuntutan dari kita sendiri jelas, pecat Listyo Sigit sebagai kapolri dan keluarkan dia dari tim percepatan reformasi Polri," kata Fadlan kepada wartawan, Jumat.

Dia mengatakan bahwa komisi yang independen haruslah berisi orang independen.

"Karena bagaimana satu komisi yang seharusnya independen untuk memperbaiki Polri, tapi orang yang memiliki kepentingan ada di situ," katanya.

"Misal saya korupsi, tapi saya ketua KPK-nya," imbuh Fadlan.

Kemudian tuntutan lainnya, kata Fadlan adalah membubarkan Brimob.

Sebab menurutnya, Brimob memiliki sifat semi militer.

"Yang kedua adalah bubarkan Brimob, bubarkan semi militer, semi komando yang ada di tubuh Polri," kata Fadlan.

Fadlan mengatakan bahwa pihaknya juga menuntut agar didakan pelatihan doktrin anggota Polri yang menganggap Undang Undang sebagai tuannya.

Naikan bobot kurikulum dan lama pendidikannya, baik tamtama, bintara maupun perwira.

"Karena bagaimana seorang anak SMA dikasih pendidikan 6 bulan, 1 tahun langsung dikirim ke perbatasan, langsung pegang senjata," katanya.

"Tanpa memiliki stabilitas emosional yang jelas, tanpa pola pikir matang, tanpa pemahaman UU yang matang," ungkapnya.

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved