Gunakan CCTV Analytic, KAI Cari Pelaku Pelecehan Seksual Terhadap Wanita Tujuan Bogor

Ia mengungkapkan, dalam mengidentifikasi terduga pelaku akan menggunakan CCTV analytic yang dapat merekam wajah. 

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Tsaniyah Faidah
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
(Ilustrasi) PELECEHAN KRL- Penumpang KRL alami dugaan pelecehan seksual, Senin (5/2/2024). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, SUKARAJA - Pihak Kereta Api Indonesia (KAI) sedang mendalami dugaan pelecehan seksual yang dialami penumpang perempuan di kereta rel listrik (KRL) tujuan Bogor.

Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan mengatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan tindak lanjut dengan malakukan proses penelusuran terduga pelaku sesuai yang diceritakan korban.

Ia mengungkapkan, dalam mengidentifikasi terduga pelaku akan menggunakan CCTV analytic yang dapat merekam wajah. 

"Apabila terduga pelaku sesuai maka akan dimasukkan ke dalam data base cctv analytic," ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (27/2/2026).

Menurutnya, melalui sistem tersebut notifikasi akan muncul apabila terduga pelaku masuk stasiun melalui rekaman wajah dari cctv analytic

Di samping itu, kata dia, hukukan yang akan diberikan kepada terduga pelaku yakni berupa blacklist tidak dapat menggunakan Commuter Line

"Kami mengimbau kepada seluruh pengguna Commuter Line untuk melaporkan kepada petugas apabila melihat tindakan yang mencurigakan dan berani Speak UP untuk mendapatkan bantuan dari pengguna lain. Kami juga akan mendapampingi korban untuk melaporkan ke pihak yang berwajib," katanya.

Sebelumnya diberitakan, seorang perempuan yang merupakan penumpang kereta rel listrik (KRL) diduga menjadi korban pelecehan seksual.

Kejadian itu dialami oleh seorang wanita yang mengaku pada awalnya naik commuterline dari Stasiun Manggarai tujuan Bogor.

Wanita itu menyebut terdapat seorang pria yang diduga menempelkan alat kelamin ke tubuhnya dari belakang di dalam gerbong kereta.

Bahkan, dalam video yang beredar wanita itu menyebut bahwa pelaku mengakui perbuatannya telah berbuat tak senonoh.

Ironinya, bukannya meminta maaf, wanita itu mengatakan bahwa pelaku bertanya apakah ia marah atau tidak.

Ia mengatakan dugaan pelecehan seksual itu diakui oleh pelaku ketika di Stasiun Citayam dan penumpang di sekitar hanya memperhatikan.

Dengan kejadian tersebut, korban pun melaporkan kepada petugas di stasiun berikutnya yakni di Stasiun Cilebut, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved