Legenda Pangkas Rambut Pemuda Bogor, Berdiri 1988 dan Masih Eksis dengan Tarif Cuma Rp 5.000

Inilah kisah pangkas rambut lawas yang ada di Jalan Pemuda, Kecamatan Tanah Saeral, Kota Bogor yang dibangun sejak 1988 dengan tarif Rp5 ribu.

Editor: khairunnisa
Kompas.com
PANGKAS RAMBUT BOGOR: Inilah kisah pangkas rambut lawas yang ada di Jalan Pemuda, Kecamatan Tanah Saeral, Kota Bogor yang dibangun sejak 1988 dengan tarif Rp5 ribu. 

Tidak hanya karena historis dan harganya yang sangat murah, Pangkas Rambut Pemuda ini juga dikenal dengan kecepatannya dalam memangkas rambut karena tidak sampai 10 menit. 

Bukan karena asal-asalan, tetapi Supri sudah bisa membaca potongan yang pantas untuk pelanggannya dari bentuk kepala meskipun baru melihat. 

Meski begitu, sebagai bentuk menghargai Supri tetap bertanya terlebih dahulu model rambut yang diinginkan kepada pelanggannya. 

Jika pelanggannya kesulitan, ia pun memberi masukan potongan yang pantas agar hasilnya memuaskan. 

"Dari jauh saya sudah bisa lihat ini orang bentuk kepalanya cocoknya apa, sudah tergambar di kepala saya mungkin karena terbiasa," tuturnya. 

Tak Gunakan Ponsel

Supri pun ternyata memiliki prinsip atau pilihan hidup yang cukup unik. 

Ia tidak menggunakan ponsel untuk berkomunikasi apalagi bermedia sosial. 

Menurutnya, di usia yang sudah tidak muda lagi, ia ingin menghindari segala sesuatu informasi negatif dari ponsel. 

Kini, ia memilih untuk menikmati hidup dengan memangkas rambut. 

"Komunikasi yang terbaik menurut saya adalah bertemu langsung. Sudah 10 tahun saya tidak menggunakan ponsel," terang Supri. 

Kini, Supri hanya ingin bercita-cita membuka usaha pangkas rambutnya lebih besar lagi. 

Tetapi, dengan harga lebih rendah dari tarif saat ini. 

Bukan serta merta soal materi, dengan harga segitu ia merasa puas bisa membantu orang-orang yang memang membutuhkan jasanya. 

Karena, tidak semua memiliki uang banyak hanya untuk pangkas rambut. 

"Kalau bisa mah (harga) Rp 3.000 atau mungkin Rp 2.000. Karena percaya gak percaya harga seperti itu bisa bantu orang yang gak punya uang bisa disisihkan untuk kebutuhan lain," pungkasnya.

Sumber: Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved