Breaking News

Cerita Warga Bogor Jadi Korban Penipuan Akun Centang Biru, Baju Lebaran Tak Dikirim Usai Transaksi

Salah satu korban asal Bogor, Pita mengaku awalnya tidak menaruh curiga terhadap akun tersebut

Tayang:
Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Ardhi Sanjaya
Shutterstock
PENIPUAN BELANJA ONLINE - Warga Bogor menjadi korban penipuan online saat beli baju lebaran 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Fenomena penipuan belanja online menjelang Hari Raya Idul Fitri kembali menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. 

Modus penipuan dengan memanfaatkan platform media sosial, khususnya Instagram, dilaporkan semakin marak dengan menawarkan produk dari merek ternama untuk menarik minat konsumen.

Salah satu akun yang dilaporkan oleh sejumlah konsumen adalah Instagram dengan nama Bellvania.idn

Akun tersebut diduga menjalankan modus penipuan dengan menawarkan berbagai produk pakaian untuk Hari Raya Idul Fitri melalui tautan situs web yang diarahkan dari media sosial.

Dalam situs tersebut, produk yang dijual memiliki kisaran harga mulai dari Rp225.000 hingga Rp935.000. 

Penawaran tersebut membuat sejumlah konsumen tergiur untuk melakukan pembelian secara daring.

Salah satu korban asal Bogor, Pita mengaku awalnya tidak menaruh curiga terhadap akun tersebut karena terlihat meyakinkan. 

Ia mengatakan iklan yang muncul di fitur reels Instagram menampilkan jumlah komentar, tanda suka, dan bagikan yang cukup banyak.

“Awalnya saya percaya karena iklan reels Instagram yang lewat itu komentarnya banyak, like dan share juga banyak,” kata Pita kepada wartawan, Jumat (13/3/2026).

Menurutnya, akun tersebut juga memiliki jumlah pengikut lebih dari 53 ribu akun sehingga tampak seperti toko daring yang terpercaya. 

Setelah melakukan pemesanan, ia diarahkan untuk melakukan proses pembayaran melalui situs web.

“Setelah checkout, saya menerima invoice melalui email, jadi benar-benar terlihat seperti akun resmi,” ujarnya.

Namun, setelah pembayaran dilakukan, barang yang dipesan tidak kunjung diterima. Saat menanyakan nomor resi pengiriman, pihak akun tersebut tidak memberikan jawaban jelas.

“Setiap saya tanya resi selalu mengelak. Akhirnya saya malah diblokir,” kata Pita.

Pengalaman serupa juga dialami oleh Saras, seorang konsumen asal Surabaya. Ia mengatakan sempat meminta pengembalian dana setelah menyadari adanya kejanggalan dalam proses transaksi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved