Geng Pengemis Pengamen Cilik di Kota Bogor Diamankan Dinsos, Kerap Paksa Minta Uang ke Pengendara

Dinsos Kota Bogor mengamankan satu geng pengemis cilik di kawasan Empang setelah adanya laporan akibat tindakan meminta uang secara paksa.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Tsaniyah Faidah
istimewa/Dokumentasi Dinsos Kota Bogor
PENGEMIS CILIK DICIDUK - Dinsos Kota Bogor mengamankan satu geng pengemis cilik di kawasan Empang setelah adanya laporan warga yang resah akibat tindakan meminta uang secara paksa. 
Ringkasan Berita:
  • Dinsos Kota Bogor mengamankan 5 anak satu komplotan yang meresahkan warga di kawasan Empang.
  • Penangkapan dilakukan setelah adanya laporan masyarakat terkait aksi meminta uang secara kasar dan memaksa.
  • Pelaku diberikan pembinaan dan dilarang kembali ke jalan, sementara 2 anggota geng lainnya masih buron.

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN - Dinas Sosial (Dinsos) mengamankan lima orang pengemis dan pengamen di sekitaran Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Lima orang ini merupakan masih satu ‘genk’ atau komplotan.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehabsos) pada Dinsos Kota Bogor Coki Irsanja Rambe mengatakan, kelimanya ini diamankan usai pihaknya menerima aduan masyarakat.

Masyarakat mengadukan adanya pengemis yang minta-minta namun dengan cara memaksa.

“Alhasil kita lakukan penyisiran. Kita amankan lima orang ini,” kata Coki kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (16/4/2026).

Lima orang langsung diangkut ke Kantor Dinsos Kota Bogor.

Lima orang yang masih berusia anak-anak ini mengaku masih satu komplotan.

Mereka juga masih tinggal di wilayah yang sama atau masih bertetangga.

"Dari hasil asesmen, kami menerima informasi bahwa mereka satu komplotan dengan yang meminta secara paksa. Saat ini teridentifikasi ada dua orang lagi yang belum terjaring," ujarnya,

Dari total lima orang yang diamankan, satu orang telah diperbolehkan pulang setelah diberikan pembinaan. 

Dinsos memberikan peringatan keras agar mereka tidak lagi turun ke jalan untuk mengamen maupun meminta-minta.

“Kita terus lakukan penyisiran kembali,” ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved