Respon Terduga Pelaku Usai Grup Chat Pelecehan Seksual Mahasiswa IPB Viral, Ketar-ketir Chat Korban

Terduga pelaku pelecehan seksual via grup chat oleh mahasiswa IPB bereaksi usai kasusnya viral. Pelaku langsung kirim chat ke korbannya.

Tayang:
Penulis: khairunnisa | Editor: khairunnisa
X (Twitter)
PELECEHAN SEKSUAL DI IPB: Terduga pelaku pelecehan seksual via grup chat oleh mahasiswa IPB bereaksi usai kasusnya viral. Pelaku langsung kirim chat ke korbannya. 
Ringkasan Berita:
  • Kasus chat grup mahasiswa IPB berisi pelecehan seksual kembali viral; korban sebelumnya dibungkam sejak 2024.
  • Setelah viral, terduga pelaku meminta maaf dan mencoba menghubungi korban untuk berdamai.
  • Korban menuntut sanksi tegas, sementara pihak kampus sedang memproses dan menyelidiki kasus tersebut.

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Terduga pelaku pelecehan seksual oleh mahasiswa IPB University ketar-ketir setelah kasusnya viral di media sosial.

Para terduga pelaku itu kabarnya langsung menghubungi para korban usai kasus dugaan pelecehan seksual via chat grup tersebut jadi sorotan.

Diwartakan sebelumnya, isu pelecehan seksual di grup chat mahasiswa tersebut mencuat setelah kasus serupa terjadi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia ( FH UI).

Belum selesai perkara di FH UI, isu pelecehan seksual yang dilakukan mahasiswa via chat grup kabarnya juga terjadi di IPB.

Dikutip TribunnewsBogor.com dari akun X (Twitter) ipb_menfess, chat grup berisi pelecehan seksual verbal oleh mahasiswa IPB jurusan Teknik Mesin dan Biosistem (TMB) angkatan 59 (2022) tersebar.

Dalam chat yang tersebar, terlihat beberapa mahasiwa membincangkan hal-hal vulgar dan tak senonoh di sebuah grup bernama Sem Pak.

Di chat tersebut juga ada bahasan terkait sosok wanita yang dijadikan objek seksualitas oleh anggota grup.

"TMB-59 IPB juga ternyata punya grup yang isinya ngelecehin sesama anak kampus," tulis akun @ipb_menfess.

Chat grup tak senonoh yang beranggotakan mahasiswa TMB angkatan 59 ITU kabarnya sempat viral di internal jurusan tahun 2024.

Namun dua tahun lalu para korban mengaku diancam untuk tidak membocorkan kasus tersebut ke pihak luar.

"2024 grup chat berisi percakapan tidak senonoh milik TMB 59 tersebar.

2024 forum dadakan, para korban dibungkam oleh kating dengan ancaman tidak lulus MPD

2025 kasus ditutup rapat dengan dalih 'menjaga nama baik departemen'

2026 korban angkat suara mencari keadilan," tulis akun ipb_menfess.

Baca juga: Pilu Curhatan Korban Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI, Sudah Tahu Sejak 2025 Tapi Tak Berani Lapor

Respon terduga pelaku

Kasusnya viral, para terduga pelaku kabarnya ketakutan.

Diungkap akun ipb_menfess, para terduga pelaku kabarnya langsung menghubungi para korban karena kasus mereka kembali viral.

Bukan cuma itu, terduga pelaku juga meminta untuk bertemu dengan korban.

"Assalamualaikum maaf banget ganggu waktunya. Gw mau tanya aja buat yang di ipb menfess kira-kira tau ga ya yg up lagi siapa? gw kira masalahnya udah selesai pas di lapten bareng abang-abang dan juga waktu di pinus. Jujur gw tau gw salah dan gw minta maaf banget sekali lagi. Tindakan yang gw lakuin emang ga bisa dibenerin, tapi bisa ga kita omongin lagi baik? tolong ya gw minta maaf banget lagi sebesar-besarnya," isi chat terduga pelaku.

"Tapi lu mikir ga korban jadi takut. Lu mikir ga kalau dulu terpaksa damai? lu mikir ga dengan embel-embel sapa lu sama teman-teman lu masih diprotect," balas terduga korban.

"Iya gw tau. Bisa call atau ketemu ga? biar lebih jelas," pinta terduga pelaku.

Selain itu, sahabat korban juga ada yang mengurai chat dari terduga pelaku ke korban.

Setelah viral, terduga pelaku tampak ketar-ketir sehingga meminta maaf kepada para korban.

PELECEHAN SEKSUAL DI IPB: Terduga pelaku pelecehan seksual via grup chat oleh mahasiswa IPB bereaksi usai kasusnya viral. Pelaku langsung kirim chat ke korbannya.
PELECEHAN SEKSUAL DI IPB: Terduga pelaku pelecehan seksual via grup chat oleh mahasiswa IPB bereaksi usai kasusnya viral. Pelaku langsung kirim chat ke korbannya. (X (Twitter))

Bukan cuma itu, terduga pelaku juga meminta maaf kepada sahabat korban yang memviralkan kasus tersebut.

Membaca chat dari terduga pelaku, sahabat korban yakni akun Gilang Ramdani mengurai respon.

Gilang meminta kepada netizen agar membantu kasus yang kini dihadapi sahabatnya itu.

Kata Gilang, para korban meminta agar para pelaku diberikan sanksi berat oleh pihak kampus.

"Saya, sahabat saya, dan 1 korban lainnya sudah mendatangi fakultas (belum memuaskan) dan salah satu pimpinan dari program studi dan hasilnya akan diperjuangkan tuntutan korban berupa hukuman DO bagi para pelaku, atau seminimal-minimalnya mengulang di beberapa mata kuliah. Namun, hukuman DO hanya dapat dilakukan oleh Fakultas dan IPB. Selain itu juga sudah dilaporkan ke pihak PPKS IPB oleh fakultas," tulis akun Gilang di Instagram.

"Saya upload ini atas persetujuan korban, kami sudah nangis-nangis karena belum ada penyelesaian sampai hari ini," sambungnya.

Baca juga: Isi Chat Nakal Guru Besar Unpad ke Mahasiswi Asing, Minta Foto Bikini di Phuket, Kini Dinonaktifkan

Respon pihak IPB

Kasus dugaan pelecehan seksual dilakukan oleh mahasiswa TMB angkatan 59 tersebut viral, pihak IPB University angkat bicara.

Dihubungi TribunnewsBogor.com, pihak kampus menyebut saat ini IPB University tengah melakukan langkah-langkah penanganan terhadap dugaan kasus pelecehan seksual dimaksud.

Terkait adanya laporan dugaan kasus pelecehan seksual di kalangan mahasiswa yang diperbincangkan di media sosial, IPB University mengecam segala bentuk perilaku yang merendahkan harkat dan martabat manusia. 

"Setiap bentuk pelanggaran terhadap tata tertib kehidupan kampus akan kami proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ungkap Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University, Alfian Helmi.

Lebih lanjut, Alfian menjelaskan bahwa saat ini Kantor Manajemen Keamanan, Keselamatan, dan Perlindungan Kampus (KMKKPK) IPB University sedang memproses dugaan kasus pelecehan seksual dimaksud. 

"Serangkaian tahapan dilakukan mulai dari pemanggilan pihak terkait, pengumpulan bukti, serta koordinasi dengan unit terkait," ujar Alfian.

"Tentu kami mengedepankan prinsip kehati-hatian, kerahasiaan, serta menjunjung tinggi asas keadilan, “ sambungnya.  

Baca berita lain TribunnewsBogor.com di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved