Diusulkan Jadi Syarat Masuk Perguruan Tinggi, Calon Mahasiswa Harus Punya BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan mengusulkan kepesertaan aktif Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi syarat bagi mahasiswa baru saat daftar ke perguruan tinggi.

Tayang:
Editor: Vivi Febrianti
TribunPekanbaru.com
BPJS Kesehatan mengusulkan kepesertaan aktif Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi syarat bagi mahasiswa baru saat daftar ke perguruan tinggi. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- BPJS Kesehatan mengusulkan kepesertaan aktif Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi syarat bagi mahasiswa baru saat mendaftar ke perguruan tinggi.

Usulan tersebut kini tengah dijajaki bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Melansir Antara, Rabu (20/5/2026), Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan pihaknya telah mengirim surat kepada Kemendiktisaintek untuk membahas kerja sama tersebut.

“Kami sedang bersurat ke Kemendiktisaintek untuk bisa melakukan nota kesepahaman dan memohon persetujuan agar mahasiswa baru yang mendaftar ke universitas, kepesertaan BPJS Kesehatannya harus aktif,” kata Prihati di Universitas Padjadjaran, Kota Bandung.

Mahasiswa dinilai perlu punya perlindungan kesehatan

Prihati mengatakan kepesertaan JKN aktif dinilai penting untuk memberikan perlindungan kesehatan selama mahasiswa menjalani kuliah.

Hal itu terutama berlaku bagi mahasiswa yang berasal dari luar daerah dan harus tinggal berpindah-pindah tempat.

“Lebih menguntungkan apabila mahasiswanya punya jaminan kesehatan selama kuliah, terutama mereka yang pindah-pindah tempat atau dari luar kota,” ujarnya.

Menurut dia, kerja sama tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan jumlah kepesertaan aktif JKN di kalangan mahasiswa

Unpad sudah terapkan aturan serupa 

Rektor Universitas Padjadjaran, Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, mengatakan kebijakan serupa sebenarnya sudah diterapkan di Unpad sejak dua tahun terakhir.

Ia menyebut mahasiswa baru diwajibkan memiliki status BPJS aktif sebelum melakukan daftar ulang.

“Jadi, seluruh mahasiswa baru ini akan kami wajibkan, kalau tidak aktif BPJS-nya tidak bisa daftar ulang sebagai mahasiswa,” kata Arief. 

Menurut dia, kampus kerap menghadapi situasi ketika mahasiswa mendadak sakit atau mengalami kecelakaan, tetapi tidak memiliki perlindungan kesehatan. 

“Kami sering mendapatkan mahasiswa tiba-tiba sakit atau kecelakaan dan tidak punya BPJS. Itu menjadi sulit,” ujarnya. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved