Nelangsa Warga Terdampak Penutupan Operasional Tambang di Bogor, Sengsara Habis-habisan

Seperti yang dialami oleh Muhidin, warga Cigudeg yang kini tak lagi memiliki penghasilan dampak penutupan tersebut.

Tayang:
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Tsaniyah Faidah
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
PENUTUPAN TAMBANG - Ribuan warga terdampak penutupan tambang di Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang menggelar aksi unjuk rasa di Lapangan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (4/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Penutupan tambang sejak September 2025 membuat ekonomi warga Bogor terpuruk.
  • Ribuan orang kehilangan pekerjaan dan terpaksa menjual harta benda demi bertahan hidup.
  • Masyarakat mendesak Gubernur Jabar segera membuka kembali tambang yang berizin.

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Penutupan operasional tambang di wilayah Kecamatan Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat.

Pasalnya, terdapat ribuan warga yang menggantungkan hidupnya pada usaha pertambangan di wilayah Kabupaten Bogor tersebut.

Meski penutupan bersifat sementara, namun kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tersebut sudah berjalan sejak September 2025.

Warga terdampak pun sudah berbulan-bulan kehilangan pemasukan karena mata pencahariannya terhenti.

Seperti yang dialami oleh Muhidin, warga Cigudeg yang kini tak lagi memiliki penghasilan dampak penutupan tersebut.

"Kerjanya cuma pengurus mobil, pas ini udah tujuh bulan udah gak ada pemasukan," ujarnya, Senin (4/5/2026).

Dengan kondisi tersebut, ia pun mengaku bingung untuk mencukupi kebutuhan hidupnya di rumah.

Terlebih, di usianya yang setengah abad lebih enam tahun itu sudah sulit untuk mendapatkan pekerjaan dengan sisa tenaga yang dimiliki.

Satu persatu barangnya habis dijual, bahkan ada juga yang disita oleh bank karena tak mampu membayar cicilan.

"Saya bener-bener sengsara. Pokoknya sampai digade-gadein, pohon-pohon digade-gadein, (barang) dijual-jualin, saya udah abis-abisan lah. Mobil sampai dua bulan engga disetorin, udah diambil bank," ucapnya.

Akan hal itu, ia pun berharap Gubernur Jawa Barat mencabut kebijakannya dan tambang yang memiliki izin untuk kembali beroperasi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved