Rumah Warga di Sukamakmur Bogor Rusak Imbas Pergerakan Tanah, Penghuni Terancam Jika Hujan
BPBD mencatat, retakan tembok rumah dengan panjang sekitar 35 Meter dan lebar 15-20 Cm.
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
Ringkasan Berita:
- Dua rumah di Sukamakmur rusak akibat pergerakan tanah, satu di antaranya parah.
- Penyebab diduga karena hujan deras dan kondisi tanah yang labil.
- Warga masih bertahan, tapi diminta waspada dan siap evakuasi jika hujan kembali turun.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Rumah warga di Kampung Neglasari, RT 01/04, RT 01/06, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor rusak setelah terdampak pergerakan tanah.
Dilaporkan, di kawasan itu ada dua rumah yang rusak, satu diantaranya mengalami kerusakan cukup parah.
Berdasarkan foto kondisi rumah dari BPBD, Rabu (6/5/2026), kondisi dinding rumah korban mengalami retakan parah.
Retakannya cukup besar hingga membuat bangunan tembok terlihat remuk dan nyaris ambrol.
BPBD mencatat, retakan tembok rumah dengan panjang sekitar 35 Meter dan lebar 15-20 Cm.
"Kondisi rumah sangat mengkhawatirkan karena hampir semua bagian tembok rumah mengalami retakan," kata Kabid Ratik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).
Adam menjelaskan bahwa pergerakan tanah ini perlahan terjadi sejak 4 Mei 2026 kemarin.
Hujan yang mengguyur deras di Bogor dalam beberapa hari terakhir diduga menjadi pemicu.
"Kondisi tanah yang labil serta hujan deras yang berlangsung cukup lama mengakibatkan pergerakan tanah," katanya.
Meski mengalami kerusakan, penghuni rumah masih bertahan atau tidak mengungsi.
Namun dikhawatirkan jika hujan deras kembali mengguyur, kerusakan bertambah.
"Rumah masih ditempati namun sudah diberikan imbauan apabila hujan agar segera melaksanakan evakuasi mandiri ketempat yang lebih aman," ungkapnya.
| Sosok Abah Bidong Linmas di Dramaga Bogor, Tewas Tertimbun Longsor Saat Berupaya Cegah Banjir |
|
|---|
| Kondisi Tol Bocimi KM 72 Pasca Longsor, Akses Menuju Jakarta Ditutup dari Sukabumi |
|
|---|
| 'Tenang Pak', Ucapan Terakhir Linmas di Dramaga Bogor Sebelum Tewas Tertimbun Longsor |
|
|---|
| Dilema Penutupan Aktivitas Tambang di Cigudeg Bogor oleh Dedi Mulyadi, Antara Ekonomi dan Ketenangan |
|
|---|
| Penampakan Longsor yang Tewaskan Seorang Linmas di Dramaga Bogor, Bukan Kali Pertama Terjadi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Rumah-retak-karena-pergerakan-tanah-bogor.jpg)