Sisi Lain Bogor

Kisah Devris yang Jadi Nama Pasar Pusat Batu Akik, Ternyata Pengusaha Bengkel Pertama di Kota Bogor

Devris ternyata bukan hanya sebutan. Devris adalah nama sosok asal Belanda yang menetap di Buitenzorg (sebutan Bogor) saat jaman Hindia-Belanda.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Tsaniyah Faidah
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
KISAH DEVRIS - Suasana Pasar Devris Kota Bogor, Kamis (7/5/2026). Kisah di baliknya ada nama sosok asal Belanda yang menetap di Buitenzorg (sebutan Bogor) saat jaman Hindia-Belanda. 

Ringkasan Berita:
  • Nama Kawasan Devris diambil dari Devries, pengusaha asal Belanda yang membangun bengkel pertama di Bogor pada masa kolonial.
  • Dahulu rumah dan bengkel milik Devries berdiri di lahan yang kini menjadi Superindo Jembatan Merah.
  • Saat ini Pasar Devris dikenal warga sebagai pusat batu akik dan area kuliner malam yang populer di Kota Bogor.

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Devris menjadi salah kawasan populer yang ada di Kota Bogor.

Beragam kuliner bisa dinikmati terutama saat malam hari.

Devris berada di dekat Jembatan Merah yang juga ikonik di Kota Bogor. Konon kisah Jembatan Merah erat kaitannya dengan perjuangan para pahlawan terdahulu. 

Devris ternyata bukan hanya sebutan. Devris adalah nama sosok asal Belanda yang menetap di Buitenzorg (sebutan Bogor) saat jaman Hindia-Belanda.

Ada huruf e di rangkaian namanya sehingga devris menjadi Devries.

Sosoknya bukan sembarangan. Ia dikenal sebagai pengusaha Bengkel pertama di kawasan Buitenzorg.

Untuk lokasinya sendiri berada di dekat Superindo Jembatan Merah dan berada di kawasan Pasar Devris yang saat ini menjadi pusat batu akik Kota Bogor.

“Secara literaturnya informasi mengenai dia, lalu keluarganya itu agak sedikit kurang. Tapi, yang saya tahu, dia adalah sosok pengusaha bengkel pertama. Rumah dan bengkelnya yang sekarang jadi Superindo,” kata pegiat sejarah Abdullah Abubakar Batarfie kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (7/5/2026).

Selain itu juga ia mempunyai pompa bensin engkol.

Kata Batarfie, lokasinya berada di belakang dekat penginapan Pasar Devries.

KISAH PASAR DEVRIS - Kondisi jaman dulu usaha Devries di Kota Bogor
KISAH PASAR DEVRIS - Kondisi jaman dulu usaha Devries di Kota Bogor (istimewa/Dokumen Batarfie)

“Lokasinya dekat hotel pasundan yg ada di belakang pasar Devris,” ujarnya.

Nama Devris kini tidak hilang di Kota Bogor.

Ia sampai meninggal dan dimakamkan di PGB yang dulunya lahan pemakaman Belanda atau Kerkhoff.

Gerbang bertuliskan Momento Mori atau yang artinya ingatlah akan momen kematian menjadi penanda bahwa lokasi ini memang pemakaman Belanda.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved