Sisi Lain Bogor
Kisah Devris yang Jadi Nama Pasar Pusat Batu Akik, Ternyata Pengusaha Bengkel Pertama di Kota Bogor
Devris ternyata bukan hanya sebutan. Devris adalah nama sosok asal Belanda yang menetap di Buitenzorg (sebutan Bogor) saat jaman Hindia-Belanda.
Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Tsaniyah Faidah
Ringkasan Berita:
- Nama Kawasan Devris diambil dari Devries, pengusaha asal Belanda yang membangun bengkel pertama di Bogor pada masa kolonial.
- Dahulu rumah dan bengkel milik Devries berdiri di lahan yang kini menjadi Superindo Jembatan Merah.
- Saat ini Pasar Devris dikenal warga sebagai pusat batu akik dan area kuliner malam yang populer di Kota Bogor.
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Devris menjadi salah kawasan populer yang ada di Kota Bogor.
Beragam kuliner bisa dinikmati terutama saat malam hari.
Devris berada di dekat Jembatan Merah yang juga ikonik di Kota Bogor. Konon kisah Jembatan Merah erat kaitannya dengan perjuangan para pahlawan terdahulu.
Devris ternyata bukan hanya sebutan. Devris adalah nama sosok asal Belanda yang menetap di Buitenzorg (sebutan Bogor) saat jaman Hindia-Belanda.
Ada huruf e di rangkaian namanya sehingga devris menjadi Devries.
Sosoknya bukan sembarangan. Ia dikenal sebagai pengusaha Bengkel pertama di kawasan Buitenzorg.
Untuk lokasinya sendiri berada di dekat Superindo Jembatan Merah dan berada di kawasan Pasar Devris yang saat ini menjadi pusat batu akik Kota Bogor.
“Secara literaturnya informasi mengenai dia, lalu keluarganya itu agak sedikit kurang. Tapi, yang saya tahu, dia adalah sosok pengusaha bengkel pertama. Rumah dan bengkelnya yang sekarang jadi Superindo,” kata pegiat sejarah Abdullah Abubakar Batarfie kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (7/5/2026).
Selain itu juga ia mempunyai pompa bensin engkol.
Kata Batarfie, lokasinya berada di belakang dekat penginapan Pasar Devries.
“Lokasinya dekat hotel pasundan yg ada di belakang pasar Devris,” ujarnya.
Nama Devris kini tidak hilang di Kota Bogor.
Ia sampai meninggal dan dimakamkan di PGB yang dulunya lahan pemakaman Belanda atau Kerkhoff.
Gerbang bertuliskan Momento Mori atau yang artinya ingatlah akan momen kematian menjadi penanda bahwa lokasi ini memang pemakaman Belanda.
Alasan Devries Tinggal di Bogor
Baca juga: Curhat Pilu Penjual Batu Akik di Pasar Devris Kota Bogor, Dulu Ramai Diburu Penghobi Kini Sepi
Batarfie memperkirakan, dari literatur yang sedikit, Devries tinggal di Buitenzorg sekira abad 17-18.
Kehadiran Istana Bogor yang awalnya merupakan kediaman resmi Gubernur Jenderal Hindia Belanda menjadi faktornya.
Bogor saat itu menjadi pusat simbolik kekuasaan era kolonial.
Orang-orang Eropa yang tinggal di Bogor termasuk Devries merasa nyaman sebab dekat pusat pengaruh politik dan sosial.
“Singkatnya, Bogor bagi orang Eropa kala itu adalah perpaduan antara kenyamanan iklim, keamanan kesehatan, simbol status, dan keindahan alam, sebuah ‘Eropa kecil’ di tengah Hindia yang tropis,” ujarnya.
Secara geografis, Buitenzorg atau Bogor tidak begitu luas jika dibandingkan kota-kota lain yang kolonialnya kental salah satunya Kota Bandung, serta Surabaya.
Namun, sambung Batarfie, Bogor memiliki fasilitas yang sangat lengkap bagi golongan elit Eropa.
“Salah satu yang paling menonjol adalah keberadaan societeit, klub eksklusif tempat para pejabat, pengusaha, dan keluarga elite berkumpul di Bogor,” ucapnya.
Selain itu, tersedia pula fasilitas rekreasi modern untuk zamannya, antaranya klub berkuda, hingga arena balap kuda menjadi bagian dari gaya hidup di masa itu
Devries kini abadi namanya di Kota Bogor.
Devries dijadikan sebagai penyebutan salah satu kawasan kuliner di Kota Bogor sampai saat ini.
Bahkan, menjadi nama untuk pusat penjualan Batu Akik.
| Bidik 100 Medali Emas di Porprov Jabar 2026, Dedie Rachim Optimistis Kontingen Kota Bogor Berjaya |
|
|---|
| Cuaca Kota Bogor Hari Ini Kamis 7 Mei 2026, Waspada Hujan Sedang dari Siang Hingga Malam Hari |
|
|---|
| Waspada Hujan Landa Kota Bogor Malam Ini, Berikut Daftar Kecamatan yang Diguyur Menurut BMKG |
|
|---|
| Titik Akhir Kirab Mahkota Binokasih Pajajaran di Kebun Raya Bogor Batal, Surken Titik Utama Perayaan |
|
|---|
| 870 Atlet Kota Bogor Siap Tempur di Porprov Jabar 2026, Ketua DPRD: Bogor 100 Menyala Terus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Suasana-Pasar-Devris-Kota-Bogor-Kamis-752026.jpg)