Bukan Hanya Dirikan Dapur MBG, IPB University Bakal Membangun Rantai Pasoknya

IPB University memaparkan rencana pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG).

Tayang:
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
DAPUR MBG DI KAMPUS - IPB University bakal bangun dua SPPG di wilayah Kecamatan Ciampea dan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Senin (21/8/2023) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, DRAMAGA - IPB University memaparkan rencana pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG).

Dapur MBG ini akan dibangun dan dikelola oleh PT. BLST, holding company milik IPB, melalui yayasan yang dibentuk secara khusus. 

Dalam pelaksanaanya daphr tersebut tidak menggunakan anggaran, sumber daya manusia (SDM), ataupun aset untuk operasional SPPG sehingga tidak mengganggu kepentingan akademik.

Hal itu diungkap oleh Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University, Dr Alfian Helmi.

"Yayasan tersebut berbadan hukum dan dikelola secara profesional, terpisah dari anggaran pendidikan dan operasional akademik IPB. Jadi struktur tata kelola dan mandat akademik kampus tetap terjaga," ujarnya, Kamis (7/5/202026).

Terdapat dua dapur yang akan digarap PT BLST, yaitu di wilayah Kecamatan Ciampea dan Kecamatan Sukajaya yang mana satu dapur di antaranya sudah siap beroperasi.  

Dr Aflian Helmi mengatakan, target awal layanan mencakup ribuan penerima manfaat di wilayah sekitar. 

"Lokasinya dipilih bukan sembarangan, dekat dengan Kampus Dramaga, berada di wilayah yang memang tinggi kebutuhannya, dan yang paling penting, ekosistem agribisnis pendukungnya sudah ada dan bisa dikembangkan," terangnya.

Menurutnya, ekosistem yang dibangun oleh IPB University memiliki pendekatan yang berbeda dengan SPPG di tempat lain. 

Ia menyebut bahwa pihaknya tidak hanya membangun dapur, namun juga membangun rantai pasoknya. 

"Petani, peternak, pengolah tahu-tempe di sekitar kampus dan lokasi SPPG dibina agar menjadi pemasok yang terstandar dan berkelanjutan," katanya.

Dalam proses pembinaan, melibatkan dosen dan mahasiswa IPB dalam bentuk program pengabdian masyarakat terstruktur, sehingga Tri Dharma berjalan simultan.

Ia menyebut pendekatan-pendekatan yang akan dilakukan akan menstimulasi SPPG lainnya di Indonesia untuk melakukan hal yang sama, sehingga program MBG ke depan akan menuai keberhasilan dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyaraaka

"Di sinilah Tri Dharma bekerja secara nyata, penelitian menentukan standargizinya, pendidikan melatih pelakunya, pengabdian masyarakat menjadi perekatnya. Ini yang kami sebut ekosistem terintegrasi, bukan sekadar dapur yang berdiri sendiri," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved