Tanahnya Amblas, Rumah Warga di Leuwiliang Bogor Menggantung di Bibir Tebing Longsor

Tebing tersebut mengalami longsor dan membuat rumah yang dihuni satu keluarga berjumlah 8 orang ini menggantung di bibir longsoran.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Tsaniyah Faidah
BPBD Kabupaten Bogor
ANCAMAN LONGSOR - Sebuah keluarga di Kampung Cikaret, RT 04/03, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor harus dibayangi ancaman longsor yang bisa merobohkan rumah tinggal mereka. 
Ringkasan Berita:
  • Satu rumah di Leuwiliang, Bogor, nyaris roboh karena tanah di bawahnya longsor tergerus hujan.
  • Meski posisi bangunan sudah tergantung di bibir tebing, satu keluarga berjumlah 8 orang masih nekat bertahan di dalam rumah.
  • Warga harus menggunakan jembatan anyaman bambu untuk berjalan di sekitar area rumah karena tanahnya sudah hilang.

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sebuah keluarga di Kampung Cikaret, RT 04/03, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor harus dibayangi ancaman longsor yang bisa merobohkan rumah tinggal mereka.

Dalam foto kondisi rumah korban dari BPBD, Selasa (12/5/2026), rumah korban berada di dekat tebing.

Tebing tersebut mengalami longsor dan membuat rumah yang dihuni satu keluarga berjumlah 8 orang ini menggantung di bibir longsoran.

Dalam posisi itu, untuk berjalan di sekitar rumah, warga sampai memasang jembatan anyaman bambu karena tanahnya sudah tergerus.

Kabid Ratik BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani menjelaskan, longsor itu terjadi pada 10 Mei 2026 disebabkan hujan dengan intensitas tinggi dan kondisi tanah yang labil.

"Sehingga mengakibatkan tanah tebingan longsor yang berdampak satu unit rumah terancam yang berada di atasnya," kata Adam dalam keterangannya.

Longsor itu, memiliki ukuran panjang sekitar 8 meter, tinggi sekitar 6 meter, dan dan lebar sekitar 1,5 meter.

Penghuni rumah yang merupakan satu keluarga berjumlah delapan orang masih tetap menghuni rumah tersebut.

"Sebagian bangunan samping rumah sudah tergantung. Untuk saat ini rumah masih ditempati oleh pemiliknya," kata Adam.

Adam mengatakan, sementara area bekas longsor akan ditutup terpal untuk meminimalisir longsor susulan, namun masih butuh penanganan lebih lanjut.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved