Penampakan Perlintasan Sebidang di Sukaresmi Bogor yang Akan Ditutup KAI, Ramai Dilalui Pengendara

Perlintasan sebidang di jalur perlintasan kereta api Sukaresmi Tugu Wates, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, direncanakan akan ditutup

Tayang:
Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
PERLINTASAN DI BOGOR - Perlintasan sebidang di jalur perlintasan kereta api Sukaresmi Tugu Wates, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, direncanakan akan ditutup total oleh PT KAI Daop 1 Jakarta, Jumat (22/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • PT Kereta Api Indonesia berencana menutup perlintasan kereta sebidang di Tugu Wates Sukaresmi.
  • Perlintasan tersebut selama ini ramai digunakan warga menuju Kedunghalang dan Bojonggede serta masih dijaga manual oleh warga setempat.
  • PT KAI menyebut penutupan dilakukan demi keselamatan masyarakat dan perjalanan kereta api.

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAH SAREAL - Perlintasan sebidang di jalur perlintasan kereta api Sukaresmi Tugu Wates, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, direncanakan akan ditutup total oleh PT KAI Daop 1 Jakarta.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Jumat (22/5/2026) di lokasi pukul 12.30 WIB, perlintasan ini ramai digunakan oleh pengendara.

Pengendara melintasi rel dari arah Kedung Halang menuju Bojonggede maupun sebaliknya.

Warga yang secara sukarela terlihat mengatur lalu lintas.

Mereka juga menutup rel saat kereta dari arah Jakarta maupun Bogor akan lewat.

Untuk kondisi perlintasannya sendiri masih sangat bagus.

“Perlintasan ini memang ramai terus. Karena kan jalannya kan memang jalan aktif. Jalan utama lah kalau mau ke Kedung Halang dan Bojonggede,” kata penjaga perlintasan sebidang Syahroni (50) kepada TribunnewsBogor.com di lokasi.

Perlintasan ini ditutup menggunakan bambu yang panjang oleh penjaga.

Setiap harinya perlintasan dibuka sejak pukul 05.00 WIB sampai pukul 00.00 WIB.

“Memang pakai bambu dan manual juga. Kalau ditutup total di jam 12 malam,” ujarnya.

Penjaga di perlintasan ini merupakan warga asli atau warga lokal.

Jumlahnya sebanyak enam orang dan mereka berjaga secara bergantian.

“Jadi muter terus pagi, siang, sore dan malam. Itu bergantian yang jaganya. Kalau yang jaga disini ada saya dan lima orang lainnya. Semua orang sini (Sukaresmi),” ucapnya.

Disinggung penutupan total, kata Syahroni, ia belum mengetahuinya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved