Bocah Tewas Digigit Anjing

Usai Serang Bocah hingga Tewas di Jasinga Bogor, 4 Anjing Pemburu Babi Hutan Mati Bersamaan

Anjing pemburu babi hutan yang menyerang bocah 9 tahun hingga tewas di Jasinga, Kabupaten Bogor dinyatakan meninggal dunia.

Tayang:
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: khairunnisa
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
BOCAH BOGOR TEWAS: Dokumentasi anjing pemburu babi hutan yang menyerang bocah 9 tahun hingga tewas di Jasinga, Kabupaten Bogor dinyatakan meninggal dunia. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Anjing pemburu babi hutan yang menyerang bocah 9 tahun hingga tewas di Jasinga, Kabupaten Bogor telah teridentifikasi.

Hewan pemburu babi hutan tersebut milik seorang pria berinisial Y asal Jakarta yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam aktivitas perburuan itu, Y membawa empat ekor anjing yang memang sudah biasa diturunkan untuk memburu babi di hutan.

Namun dalam perburuan kali ini anjing-anjingnya justru menyerang manusia hingga nyawanya melayang.

Kasatres PPA-PPO Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri mengungkapkan, dua dari empat anjing milik Y tersebut meninggalkan bekas darah di bibir usai menyerang korban.

"Memang setiap anjing itu kan yang pemilik berburunya ada nomor. Jadi ditandai dari nomor tersebutlah bahwa memang itu adalah pemiliknya," ujarnya, Senin (8/6/2026).

Baca juga: Peliharaannya Gigit Bocah hingga Tewas di Jasinga Bogor, Pemilik Anjing Ditetapkan Jadi Tersangka

Akan tetapi, keempat anjing milik tersangka Y ini dilaporkan mati secara bersamaan usai menghabisi nyawa korban.

Menurutnya, anjing tersebut mati karena diduga kehabisan oksigen saat disimpan di dalam mobil yang tertutup.

"Saat di dalam mobil mungkin mobilnya tidak dinyalakan sehingga menyebabkan kematian dari para anjing tersebut," katanya.

Meski begitu, ia mengatakan anjing-anjing tersebut telah dibawa ke Puslabfor Polri untuk dilakukan pengujian sampel.

Anjing-anjing tersebut juga diperiksa apakah mengandung penyakit rabies atau atau tidak untuk menentukan langkah selanjutnya.

"Hasilnya belum, lagi dikerjakan oleh Labfor," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved