Pemkot Bogor Ingin Alun-alun Terintegrasi dengan Stasiun Bogor
Menindak lanjuti pertemuan antara Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa bagian Barat
Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Damanhuri
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Menindak lanjuti pertemuan antara Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa bagian Barat Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dengan Pemerintah Kota Bogor beberepa minggu lalu, Pemkot akan segera membuat MoU untuk penataan kawasan disekitar Stasiun Bogor.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Hanafi mengatakan bahwa design penataan kawasan di sekitar Stasiun Bogor sudah ada sejak tahun 2017.
Namun konsep itu akan dimatangkan kembali sehingga bisa diintegrasikan dengan penataan yang dilakukan oleh Pemkot Bogor.
"Iya hadi kita rapat tadi itu tindak lanjut untuk design yang terdahulu kemudian ada design alternatif yang kita buat dengan penataan kawasan di Stasiun Bogor, Taman Topi karena design 2017 dulu kan Taman Topi belum ada sekarang kita ada pelaksanaan taman topi itu nanti alun alun di 2021 kemudian kita juga memperbaiki masjid agung ya tentu harus teruntegrasi," katanya Kamis (15/10/2020) usai meninjau lokasi penataan di Jalan Nyi Raja Permas.
Hanafi menjelaskan bahwa Pemkot Bogor memberikan alternatif sebagai design terintegrasi antara Stasiun Paledang, Stasiun Bogor, Alun-alun dan Masjid Agung.
Sehingga mobilitas orang ataupun kendaraan dari satu tempat ke tempat lain bisa terhubung.
"Kita memberikan beberapa alternatif design, ada empat alternatif ada pakai underpass ada tidak pakai underpass kemudian tidak pakai underpass tapi rerouting diatur, keempat flyover nah itu semua disamakan persepsinya nanti tentu setelah mereka konsolidasi, internal mereka masing-masing kita juga laporan kepada pimpinan," ujarnya.
Setelah nantinya disepakati maka sebagai lamgkah awal penataan akan dibuat MoU penataan disekitar kawasan Stasiun Bogor.
"Kita konsolidasikan bentuk awalnya MoU nanti kita tanda tangan siapa berbuat apa, nanti ada alternatif pembiayaan oh imi yang dibiayai oleh pemda Kota Bogor, misal saat ini pemda bangun alun alun walaupun dananya dari provinsi kemudian kita bangun tahapan masjid, sepeti itu," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/jalan-nyi-raja-permas-bersebelahana-antara-stasiun-bogor-dan-rencana-pembangunan-alun-alun.jpg)