Gegara Motor Ditarik Paksa, Keributan yang Melibatkan Ormas di Parung Bogor Hampir Terjadi

Penarikan paksa kendaraan roda dua hampir memicu keributan yang melibatkan organisasi masyarakat (ormas) di wilayah Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Yudistira Wanne
Istimewa
Keributan melibatkan ormas hampir terjadi di wilayah Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor (Dok Polres Bogor) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, PARUNG - Penarikan paksa kendaraan roda dua hampir memicu keributan yang melibatkan organisasi masyarakat (ormas) di wilayah Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Parung, AKP Doddy Rosjadi mengungkapkan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (17/5/2024) malam.

Kejadian tersebut, kata dia, dipicu oleh penarikan motor secara paksa yang dilakukan oleh salah satu anggota ormas terhadap anak dari ketua ormas berbeda di wilayah Gunungsindur, Kabupaten Bogor.

"Penarikan yang diduga terkait dengan keterlambatan pembayaran di leasing MCF ini memicu reaksi keras dari anggota ormas (pihak yang ditarik)," ujarnya melalui keterangannya, Sabtu (15/5/2024).

AKP Doddy Rosjadi mengatakan, ketegangan sempat terjadi saat ketua ormas (pihak yang kendaraanya ditarik) berusaha menghubungi orang yang melakukan penarikan terhadap kendaraan tersebut dengan maksud menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Akan tetapi, hal tersebut tidak mendapat respon positif yang membuat situasi memanas. Di samping itu, pihaknya juga menerima laporan bahwa anggota ormas (pihak yang kendaraanya ditarik) sudah berkumpul sekitar 30 orang.

"Namun, upaya tersebut tidak direspon. Sehingga ketegangan semakin meningkat," ungkapnya.

Menyikapi hal tersebut, pihak kepolisian Sektor Parung segera berkoordinasi dengan ketua ormas dari anggotanya yang melakukan penarikan kendaraan.

Setelah berkomunikasi, kedua belah pihak sepakat permasalahan ini segera diselesaikan dengan musyawarah.

Untuk menghindari eskalasi, pihaknya pun mengimbau kepada anggota ormas yang sudah berkumpul tersebut untuk membubarkan diri.

Potensi konflik pada malam itupun berhasil di redam sehingga ketegangan yang sempat terjadi tidak berlanjut.

"Kami mengapresiasi kerjasama dari semua pihak yang telah membantu menjaga situasi tetap kondusif. Kami memastikan bahwa masalah ini akan diselesaikan secara damai antara kedua belah pihak," pungkasnya.

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved