Info Cuaca Bogor

Daftar Wilayah yang Berpotensi Diguyur Hujan Sangat Lebat di Awal Ramadan, Bogor Termasuk?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar waspada potensi hujan lebat hingga sangat lebat.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
INFO CUACA BOGOR: Ilustrasi. Penampakan hujan mengguyur wilayah Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (9/2/2026). 

TRIBUNNEWSBOGO.COM -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar waspada potensi hujan lebat hingga sangat lebat di awal Ramadhan 2026 akibat pengaruh Monsun Asia dan gelombang ekuator.

Pada periode 17–19 Februari 2026, BMKG mencatat adanya hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.

Puncak curah hujan harian pada periode ini tercatat pada kategori ekstrem, masing-masing tercatat di wilayah Sumatera Barat (176.3 mm/hari), Aceh (130.9 mm/hari), Bengkulu (129.6 mm/hari), Bali (108.5 mm/hari), dan Kalimantan Barat (90.1 mm/hari). 

Lantas, bagaimana cuaca sepekan ke depan? 

Dinamika atmosfer sepekan ke depan

Dalam sepekan ke depan, BMKG memperkirakan bahwa fenomena atmosfer pada berbagai skala, baik global, regional, maupun lokal, masih akan memberikan dampak signifikan terhadap cuaca di Indonesia.

Pada skala global, kondisi La Niña lemah yang terdeteksi melalui nilai SOI dan Niño3.4 berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan, terutama di kawasan Indonesia bagian timur.

Selain itu, fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) diprediksi akan terus memengaruhi kondisi atmosfer Indonesia dalam beberapa hari ke depan.

Aktivitas MJO diperkirakan masih berada pada fase Indian Ocean, yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Lalu, kombinasi antara MJO, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator terpantau aktif di wilayah Lampung, Laut Jawa Bagian Barat, Laut Jawa Bagian Tengah, Perairan Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Samudra Hindia Barat Bengkulu.

Monsun Asia masih diprakirakan aktif dan memberikan suplai massa udara serta perpindahan uap air menuju wilayah Indonesia yang cukup signifikan untuk sepekan ke depan.

Lebih jauh lagi, sirkulasi siklonik terpantau di Samudra Hindia barat daya Banten dan Kalimantan Barat.

Dengan kelembapan udara yang juga masih tinggi, serta labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal di beberapa wilayah, kondisi di atas berpotensi meningkatkan curah hujan secara signifikan di sebagian wilayah Indonesia.

Wilayah hujan lebat awal Ramadhan 

Dilansir dari laman resmi BMKG, pada periode 20– 22 Februari 2026, cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved