Zero Waste di Mapolda Jabar, Biro SDM Sulap Sampah Organik Jadi Sumber Nutrisi Tanaman Jagung
Limbah tersebut berupa sisa sayuran, kulit buah, nasi bekas, serta bahan organik lainnya yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jawa Barat menghadirkan inovasi pemanfaatan limbah organik kantin sebagai media tanam jagung.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata institusi Polri dalam mendukung swasembada pangan sekaligus penerapan konsep ramah lingkungan di lingkungan Mapolda Jabar.
Kepala Biro SDM Polda Jabar, Kombes Pol Fadly Samad, mengatakan bahwa inovasi tersebut tidak hanya melibatkan Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) Ketahanan Pangan, tetapi juga mengoptimalkan potensi yang ada di lingkungan kantor.
“Kami ingin program ketahanan pangan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberi dampak nyata dan berkelanjutan,” ujar Fadly Samad didampingi Kabagbinkar AKBP Condro Sasongko, Kamis, 19 Februari 2026 dalam siaran pers yang diterima Tribunnews Bogor.com, Sabtu (21/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa bahan baku utama media tanam berasal dari limbah organik kantin Polda Jabar.
Limbah tersebut berupa sisa sayuran, kulit buah, nasi bekas, serta bahan organik lainnya yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.
Melalui proses pengolahan sederhana, limbah tersebut diubah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman.
“Konsep yang kami usung adalah zero waste atau tanpa limbah. Semua sisa makanan organik dari kantin kami manfaatkan kembali sehingga tidak ada yang terbuang sia-sia,” kata Fadly.
Dalam praktiknya, media tanam dibuat dengan komposisi 5:2:2:1 yang terdiri dari tanah, arang sekam, limbah organik kantin, dan kompos Pak Bhabin.
Komposisi tersebut dirancang untuk memastikan keseimbangan unsur hara dan struktur media tanam tetap gembur serta mampu menyimpan air dengan baik.
Menurut Fadly, formulasi tersebut telah melalui uji coba sederhana untuk memastikan efektivitasnya dalam mendukung pertumbuhan tanaman jagung.
“Kami ingin memastikan bahwa media tanam ini benar-benar produktif dan mampu mendukung hasil panen yang optimal,” jelasnya.
Media tanam yang telah dicampur kemudian dimasukkan ke dalam planter bag. Pada bagian tengah planter bag dipasang paralon biopori yang memiliki beberapa fungsi penting dalam proses pertumbuhan tanaman.
“Paralon biopori ini berfungsi sebagai sistem pengairan, membantu proses dekomposisi limbah organik, menjadi saluran udara, sekaligus menyediakan unsur hara secara bertahap bagi tanaman jagung,” terang Fadly.
Berbeda dengan metode konvensional, pupuk kompos berbahan limbah kantin ini dapat langsung digunakan sebagai media tanam tanpa harus melalui proses yang terlalu lama. Hal ini membuat program lebih praktis dan mudah diterapkan.
| Perkuat Ketahanan Pangan, SDM Polda Jabar Bagikan 60 Kg Benih Jagung untuk Petani di Nagreg Bandung |
|
|---|
| Keren! SDM Polda Jabar Bangun Tugu Jagung di Nagreg, Jadi Simbol Dukungan Ketahanan Pangan |
|
|---|
| AKBP Condro Resmikan Rumah Layak Huni untuk Warga Tak Mampu di Nagreg Jabar, Lansia 92 Tahun Terharu |
|
|---|
| Laba Petani Tembus Rp33 Juta Per Musim, Kapolri Minta Seluruh Polda Tiru Skema Jagung Polda Jabar |
|
|---|
| Kisah Haru Nenek Jua di Nagreg, Rumah Reyotnya Kini Dibedah Polda Jabar Agar Layak Huni |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/limbah-organik-Polda-Jabar.jpg)