Tanggapi Aksi Prabowo Siap Jadi Mediator Iran-AS, Mantan Dubes RI: Lebih Baik Fokus dalam Negeri!

Dubes RI untuk Iran 2012-2016, Dian Wirengjurit menanggapi dengan tegas soal pernyataan Prabowo yang mengaku siap jadi mediator Iran-AS.

Penulis: khairunnisa | Editor: khairunnisa
kolase Youtube
KONFLIK IRAN VS AS: Dubes RI untuk Iran 2012-2016, Dian Wirengjurit (kiri) menanggapi dengan tegas soal pernyataan Prabowo (kanan) yang mengaku siap jadi mediator untuk menengahi konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. 

Ringkasan Berita:
  • Dian Wirengjurit menilai Indonesia sulit jadi mediator konflik Iran–AS–Israel karena tidak mengakui Israel dan dianggap condong ke AS.
  • Presiden Prabowo Subianto menyatakan siap memediasi dan terbang ke Teheran, namun Dian menyarankan fokus ke masalah dalam negeri.
  • Dian berkaca pada pengalaman mediasi Israel–Palestina yang gagal karena Indonesia tak punya hubungan diplomatik dengan Israel.

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Mantan duta besar RI untuk Iran 2012-2016, Dian Wirengjurit menanggapi dengan tegas soal pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku siap jadi mediator untuk menengahi konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Menurut Dian, Indonesia masih sulit untuk jadi penengah guna menyelesaikan konflik Iran dengan AS terlebih dengan Israel.

Karenanya menurut Dian, Prabowo harusnya lebih fokus mengurusi dalam negeri saja ketimbang konflik Iran-AS dan Israel.

Diwartakan sebelumnya, Israel dan Amerika Serikat membuat publik dunia terkejut usai melancarkan serangan udara terkoordinasi ke sejumlah target strategis di Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Operasi militer yang digagas AS dan Israel tersebut menyasar lokasi program nuklir, sistem rudal balistik, hingga pusat komando Garda Revolusi di Iran

Akibatnya, ketegangan di beberapa negara pun meningkat.

Di momen tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyatakan siap terbang ke Teheran guna memfasilitasi dialog antara pihak-pihak yang berkonflik di Timur Tengah. 
Langkah ini diambil menyusul kegagalan diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu agresi militer skala besar pada akhir Februari kemarin.

"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," isi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dilansir dari Kompas.com.

Tanggapan mantan Dubes RI

Menanggapi kesiapan dari Prabowo untuk jadi mediator antara AS dan Iran, Dian Wirengjurit mengurai pandangannya.

Menurut Dian, Indonesia akan sulit jadi penengah konflik antara Iran dan AS juga Israel.

Hal itu karena Indonesia sendiri tidak mengakui Israel.

"Kalau mau menjadi penengah buat sebuah konflik, kita harus diakui oleh kedua pihak yang berkonflik. Dalam konteks negara, kedua belah pihak harus diakui secara diplomatik. Nah kita sampai saat ini tidak punya pengakuan diplomatik terhadap Israel," ungkap Dian Wirengjurit dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan Kompas tv, Minggu (1/3/2026).

Lagipula kata Dian, Iran pun tidak akan senang jika Indonesia yang jadi mediator konfliknya dengan AS.

Sebab Indonesia kata Dian, sudah condong berada di pihak AS.

Hal itu terlihat dari bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace bersama Amerika dan Israel.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved