Arus Balik Lebaran 2026

Jadi Gelombang Kedua, Puncak Arus Balik Diprediksi Dimulai Pada Hari Ini

Menjelang dimulainya kembali aktivitas perkantoran dan sekolah pada Senin (30/3/2026), pergerakan pemudik menuju Jakarta diprediksi jadi puncak.

Editor: Vivi Febrianti
Tribunnews.com/Tribunnews.com
TOK JAPEK RAMAI LANCAR - Kondisi arus lalu lintas di Ruas Tol Jakarta-Cikampek KM 57 terpantau ramai lancar pada Kamis (19/3/2026) atau H-2 Idulfitri 1447 Hijriah. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Menjelang dimulainya kembali aktivitas perkantoran dan sekolah pada Senin (30/3/2026), pergerakan pemudik menuju Jakarta diprediksi mencapai puncaknya pada gelombang kedua hari ini, Sabtu (28/3/2026) hingga Minggu (29/3/2026).

Dengan 42 persen pemudik yang belum kembali, pihak kepolisian kini memperketat pengawasan di jalur tol hingga terminal melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan guna menjamin kelancaran arus lalu lintas.

Meskipun Operasi Ketupat Lodaya 2026 resmi berakhir pada Rabu (25/3/2026), Korlantas masih menyiagakan petugas di lapangan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD). 

Fokus pengamanan dilakukan pada lima klaster utama, yakni jalan arteri, jalan tol, simpul transportasi, tempat ibadah, dan kawasan wisata.

“Kami semuanya masih berada di lapangan untuk mengamankan duta-duta arus balik yang saat ini masih aglomerasi kegiatan di kampung halaman yang dimungkinkan nanti pada tanggal 29 itu ada puncak balik yang kedua. Ini kita sudah siap," kata Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).

“Ini masih kita kelola. Tentunya Mabes Polri, Operasi Ketupat sudah selesai, tetapi kegiatan rutin kepolisian ditingkatkan," tutur Agus.

Skema One Way Bertahap dan Situasional

Korlantas Polri telah menyiapkan sistem one way secara situasional guna menghadapi lonjakan volume kendaraan. 

Kebijakan ini akan mengacu pada parameter jumlah kendaraan di gerbang tol, khususnya di Kalikangkung.

“One way sepenggal, one way nasional itu tentunya kita sudah mempersiapkan emergency plan," ungkapnya.

Irjen Agus menegaskan, skema rekayasa lalu lintas di ruas Tol Trans Jawa ini akan dilakukan secara bertahap mengikuti kondisi di lapangan.

Jika jumlah kendaraan mendekati 4.000 unit, maka skema one way berpotensi diberlakukan secara nasional.

Namun, jika volume masih di angka 2.500 hingga 3.800 kendaraan, arus akan tetap dilayani dua arah.

“Jika indikator di Kalikangkung mendekati 4.000 kendaraan, maka akan diberlakukan one way nasional pada Sabtu,” kata Agus pada Jumat (27/3/2026).

Langkah ini diharapkan dapat mengantisipasi kepadatan dari wilayah Semarang Raya, Solo, Yogyakarta, hingga Jawa Timur, termasuk memantau pergerakan dari Jawa Barat dan Trans Sumatra via Bakauheni–Merak.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved