Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

"Zaman Secanggih Ini Kecelakaannya Kok Gitu?", Keluh Ayah Korban Tragedi Kereta Bekasi ke Dirut KAI

Ayah korban tragedi kereta Bekasi menyoroti perkembangan zaman yang menurutnya sudah canggih.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: tsaniyah faidah | Editor: Tsaniyah Faidah
kolase Istimewa
KECELAKAAN KERETA BEKASI - Hary Marwata, ayah korban tragedi kereta Bekasi, mempertanyakan standar keselamatan transportasi kepada Dirut KAI. 

Ringkasan Berita:
  • Ayah korban mempertanyakan mengapa kecelakaan fatal masih bisa terjadi di tengah kemajuan teknologi transportasi saat ini.
  • Dirut PT KAI menemui keluarga korban untuk menyampaikan maaf dan bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut.
  • Pihak PT KAI melakukan investigasi menyeluruh, baik teknis maupun non-teknis, untuk mencari penyebab pasti kecelakaan.

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Hary Marwata (63) menerima kunjungan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, di kediamannya.

Pertemuan berlangsung di rumah duka di Griya Asri 2, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Rabu (29/4/2026) sore.

Hary merupakan ayah dari mendiang Nur Ainia Eka Rahmadhynna, salah satu korban meninggal dalam kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.

Nur Ainia adalah karyawan KompasTV di bagian News Production Support. Ia telah mengabdi selama 11 tahun.

Ia menjadi salah satu dari 16 korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek PLB 4B relasi Gambir-Surabaya Pasarturi.

Kereta tersebut menabrak kereta rel listrik atau KRL Commuter Line PLB 5568A relasi Kampung Bandan-Cikarang.

Peristiwa itu terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur pada KM 28+920.

Kecelakaan berlangsung pada Senin (27/4/2026) malam, sekitar pukul 20.55 WIB.

Nur Ainia sempat dilaporkan hilang dan tidak dapat dihubungi oleh keluarga.

Kepastian meninggalnya perempuan berusia 32 tahun tersebut baru dikonfirmasi pada Selasa (28/4/2026) siang.

Jenazah dimakamkan pada Rabu (29/4/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, memberikan pembaruan data terkait kecelakaan tersebut pada Rabu siang.

Berdasarkan data per 29 April 2026 pukul 11.00 WIB, total korban mencapai 106 orang. Sebanyak 90 orang mengalami luka-luka.

Dari jumlah tersebut, 44 pasien sudah diperbolehkan pulang ke rumah, sementara 46 pasien lainnya masih dalam observasi.

Korban meninggal dunia tercatat sebanyak 16 orang.

Baca juga: Pesan Terakhir Nur Ainia Karyawati Kompas TV Sebelum Tewas di KRL Bekasi, Minta Dijemput Keluarga

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved