Tangis Pilu Istri Anggota Intel yang Tewas Ditembak Maling, Ratapi Nasib Anak: Mereka Butuh Dia

Kepergian korban yang mendadak ini meninggalkan luka batin yang sangat berat bagi sang istri dan anak-anaknya.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: tsaniyah faidah | Editor: Tsaniyah Faidah
kolase Istimewa
POLISI TEWAS DITEMBAK - Istri Brigadir Arya Supena meratapi kepergian suaminya yang gugur ditembak maling saat mencoba menggagalkan aksi pencurian motor. 

Ringkasan Berita:
  • Sambil menangis, Jovita mengenang sosok suaminya dan mengkhawatirkan masa depan anak-anak yang butuh sang ayah.
  • Brigadir Arya gugur akibat luka tembak di kepala setelah terlibat perkelahian dengan pelaku curanmor yang ia tegur.
  • Atas keberaniannya menjaga keamanan, almarhum diusulkan mendapat kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat lebih tinggi.

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kesedihan mendalam menyelimuti Jovita saat mendatangi kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara untuk melihat suaminya, Brigadir Arya Supena, yang tewas ditembak maling.

Anggota intel tersebut gugur setelah mencoba menggagalkan aksi pencurian sepeda motor di depan toko kue, Bandar Lampung pada Sabtu pagi. 

Kepergian korban yang mendadak ini meninggalkan luka batin yang sangat berat bagi sang istri dan anak-anaknya.

Jovita tiba di kamar jenazah sekitar pukul 11.00 WIB dengan kondisi yang sangat lemas hingga harus menggunakan kursi roda.

Sepanjang jalan menuju ruang jenazah, ia tidak kuasa menahan tangis dan terus menyebutkan kondisi anak-anak mereka.

Sambil terisak, Jovita mengungkapkan betapa besarnya kebutuhan anak-anak mereka terhadap kehadiran sang ayah.

“Anak-anak butuh dia,” ucap Jovita.

Setelah sekitar 18 menit berada di dalam kamar jenazah, Jovita dibawa kembali menuju ruang tunggu.

Dalam kepedihannya, ia hanya bisa mengenang sosok suaminya sebagai pribadi yang sangat baik selama masa hidupnya.

"Dia orang baik," ucapnya.

Peristiwa yang merenggut nyawa Brigadir Arya ini bermula pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.

Saat itu, almarhum sedang menjalankan tugas kedinasan untuk membawa laporan yang akan disampaikan kepada Kapolda Lampung.

Di tengah perjalanan, ia melihat dua orang pria mencurigakan yang sedang beraksi di halaman sebuah toko.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menjelaskan bahwa korban melihat pelaku mencoba membobol lubang kunci motor warga.

Para pelaku diduga menggunakan alat berupa magnet, tongkat, dan kunci T untuk melancarkan aksinya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved