Terus Turun dalam 5 Hari Terakhir, Segini Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 Sekarang

Harga emas terus mengalami penurunan berturut-turut selama lima hari terakhir. Sekarang harga emas jadi segini.

Tayang:
Editor: Naufal Fauzy
logammulia.com
INFO HARGA EMAS - Harga emas terus mengalami penurunan berturut-turut selama lima hari terakhir. Sekarang harga emas jadi segini, Minggu (17/5/2026) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Harga emas terus mengalami penurunan berturut-turut selama lima hari terakhir.

Dilihat dari laman resmi Pegadaian.co.id, harga emas ini sempat naik pada 12 Mei 2026.

Namun keesokan harinya pada 13 Mei 2026, harga emas kembali turun.

Penurunan harga emas terus terjadi pada 14 Mei, 15 Mei, 16 Mei hingga 17 Mei 2026 sekarang.

Dikutip dari Kompas.com, ada beberapa hal yang diduga menjadi pemicu harga emas turun sejak beberapa hari terakhir ini.

Yaitu dipicu oleh kekhawatiran inflasi, potensi penurunan suku bunga, hingga pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Kekhawatiran akan inflasi muncul ketika data harga produsen AS meningkat lebih dari yang diperkirakan pada April 2026 dan mencatat kenaikan terbesar sejak awal 2022. 

Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals Peter Grant mengatakan, inflasi yang masih tinggi memperkuat ekspektasi suku bunga AS akan bertahan tinggi lebih lama, sehingga kondisi tersebut menekan harga emas.

Sebagaimana diketahui, emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.

Namun, kenaikan suku bunga cenderung mengurangi daya tarik logam mulia karena emas tidak memberikan imbal hasil. 

Berdasarkan CME Group FedWatch, pelaku pasar kini semakin kecil memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga tahun ini.

Di sisi lain, Trump tiba di China dengan agenda memperkuat gencatan dagang yang rapuh antara AS dan China, sekaligus meningkatkan dukungan publik domestik yang tertekan akibat perang dengan Iran. 

Sentimen pasar juga dipengaruhi keputusan India menaikkan tarif impor emas dan perak menjadi 15 persen dari sebelumnya 6 persen. 

Kebijakan itu ditempuh untuk menekan pembelian logam mulia dari luar negeri dan menjaga cadangan devisa negara. India merupakan konsumen logam mulia terbesar kedua di dunia.

Menurut Grant, kenaikan tarif impor di India berpotensi menekan permintaan emas dalam jangka panjang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved