Kondisi 2 Korban Selamat Kecelakaan Maut Bus ALS, Sudah Stabil dan Bisa Diajak Komunikasi
Dua korban selamat dalam kecelakaan maut Bus ALS dengan truk tangki di Muratara kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Dua korban selamat dalam kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki BBM di Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Sumatera Selatan.
Kedua korban tersebut yakni Ngadiono (44) dan Jumiatun (43), yang mengalami luka bakar serius di sebagian besar tubuh mereka.
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kombes Pol Budi Susanto mengatakan, korban Ngadiono sebelumnya dievakuasi menggunakan helikopter dari RSUD Rupit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
“Korban sudah kita lakukan evakuasi. Seluruh wajah, leher dan dada pasien mengalami luka bakar. Pasien juga sudah dilakukan operasi pengangkatan jaringan mati akibat luka bakar,” kata Budi, Sabtu (9/5/2026).
Meski mengalami luka bakar serius, kondisi Ngadiono disebut stabil dan sudah dapat diajak berkomunikasi.
Saat ini pasien juga belum membutuhkan alat bantu pernapasan selama menjalani perawatan di ruang ICU.
“Pasien dalam kondisi stabil dan bisa diajak komunikasi. Pasien tidak dibantu alat bantu pernapasan,” jelasnya.
Menurut Budi, kondisi pasien luka bakar harus dipantau secara ketat karena sangat rentan mengalami infeksi.
“Pasien dengan kondisi luka bakar rawan mengalami infeksi,” ujarnya.
Sementara itu, satu korban selamat lainnya, Jumiatun (43), tiba di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang pada Sabtu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB setelah dirujuk dari RSUD Rupit menggunakan ambulans melalui jalur darat.
"Jumiatun mengalami luka bakar 85 persen akibat kecelakaan tersebut sudah tiba di RS Bhayangkara Moh Hasan dini hari sekitar pukul 01.00 WIB," kata Budi.
Ia menjelaskan, saat ini Jumiatun juga menjalani perawatan intensif di ruang ICU dengan pengawasan dokter dan perawat yang standby selama 24 jam.
“Sudah dirawat di ruang ICU dan dijaga perawat serta dokter jaga standby di ruangan,” katanya.
Sebelumnya, korban selamat lainnya, Ngadiono, juga tiba di RS Bhayangkara Moh Hasan pada Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 11.40 WIB menggunakan helikopter milik Polri.
Sumber: Kompas.com
| Fakta Baru Kecelakaan Maut Bus ALS, Polisi Temukan Adanya Motor dan Tabung Gas di Bagasi |
|
|---|
| 20 Tahun Jadi Sopir Bus ALS, Zulpan Sedang Istirahat Saat Kecelakaan Maut, Jasad Belum Dikenali |
|
|---|
| Sempat Jalani Operasi, Korban Selamat di Kecelakaan Bus ALS Meninggal Dunia, Total Jadi 18 Tewas |
|
|---|
| Sulit Dikenali, DVI Sebut Korban Kecelakaan Bus ALS Terbakar hingga Tulang dan Gigi Tak Utuh |
|
|---|
| Bayi 2 Tahun Jadi Korban Kecelakaan Bus ALS, Mimpi 1 Keluarga Perbaiki Nasib dan Punya Rumah Kandas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Jumiatun-43-korban-kecelakaan-bus-ALS-yang-mengalami-luka-bakar.jpg)