Klarifikasi Irfan Hakim Dituding Bela Denada Soal Kasus Penelantaran Anak, Singgung Curhatan Ressa

Akhirnya Irfan Hakim mengurai klarifikasi terkait dengan tudingan membela Denada yang tak mau akui anak kandungnya, Ressa Rizki Rossano.

Tayang:
Penulis: khairunnisa | Editor: khairunnisa
kolase Instagram
VIRAL ANAK DENADA: Akhirnya Irfan Hakim mengurai klarifikasi terkait dengan tudingan membela Denada yang tak mau akui anak kandungnya, Ressa Rizki Rossano. 

Ringkasan Berita:
  • Irfan Hakim dituding membela Denada dalam kasus dugaan penelantaran anak.
  • Irfan membantah dan mengaku korban framing, serta menegaskan tak berpihak pada siapa pun.
  • Ia berharap hubungan Denada dan Ressa membaik usai pengakuan tersebut.

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Presenter kenamaan Irfan Hakim akhirnya mengurai klarifikasi soal tuduhan membela Denada dalam kasus dugaan Penelantaran Anak.

Nama Irfan Hakim mendadak ikut terseret dalam kisruh kasus yang tengah membelit Denada.

Seperti diketahui, Denada ramai disorot karena dituding tak mengakui anak kandungnya, Ressa Rizky Rossano.

Selama 24 tahun, Denada diduga menyembunyikan identitas Ressa sebagai darah dagingnya.

Akibatnya, Denada pun kini digugat oleh Ressa ke pengadilan dalam kasus dugaan Penelantaran Anak.

Ressa kabarnya menggugat Denada sebanyak Rp7 miliar.

Irfan Hakim dihujat

Kasus yang tengah membelit Denada itu pun ramai diperbincangkan publik.

Hingga akhirnya baru-baru ini muncul asumsi liar yang berkembang bahwa Irfan Hakim membela Denada.

Atas tuduhan tersebut, Irfan Hakim akhirnya buka suara.

Dalam postingan terbarunya di Instagram, Irfan Hakim menyadari bahwa banyak orang yang kecewa kepadanya saat ia dituduh membela Denada.

Padahal ditegaskan oleh Irfan, ia adalah korban framing di media sosial saja.

"Gue tahu lu semua kecewa, kesannya gue menormalisasikan tentang hubungan anak ibu yang tidak jelas, kemudian gue mendukung hal itu. Itu kenapa bisa muncul karena ada framing antara podcast di Densu dengan tugas gue di acara FYP Trans 7 wawancara Hotman Paris, itu tidak sesuai kenyataan," imbuh Irfan Hakim, dilansir TribunnewsBogor.com pada Jumat (30/1/2026).

Dalam klarifikasinya itu, Irfan menjelaskan urutan waktu dirinya mengomentari kasus Denada.

Banyak menuai kesalahpahaman, Irfan bercerita bahwa pertama kali mengomentari soal Denada itu tanggal 20 Januari 2026.

Kala itu dari pihak Ressa belum memberikan pernyataan panjang lebar soal kasus dugaan penelantaran anak oleh Denada.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved