Denada Sebut Gaya Hidup Ressa Ternyata Hedon dan Manja, Kini Ditantang Bukti Nafkah: Siap Bertarung

Denada melalui kuasa hukumnya menyebut, Ressa di kampung halamannya, di Banyuwangi, ternyata tergolong hidup mewah bahkan hedon.

Tayang:
Penulis: tsaniyah faidah | Editor: Tsaniyah Faidah
kolase Istimewa
DENADA TAK AKUI ANAK - Pihak Denada menyebut gaya hidup anaknya mewah di Banyuwangi hingga alasan beri gaji sopir Rp 2,5 juta agar sang anak tidak manja. 

Kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, menyebutkan kliennya justru mengalami kesulitan ekonomi hingga harus putus kuliah di semester empat karena ketiadaan biaya.

Ronald pun menantang pihak Denada untuk membuktikan semua klaim nafkah dan fasilitas tersebut di hadapan majelis hakim.

"Yang katanya memberikan nafkah, mobil, hingga rumah, silakan dibuktikan di pengadilan. Kami sekarang menutup pintu damai dan siap bertarung di persidangan," tegas Ronald.

Kini pihak Ressa menyatakan menutup pintu damai.

Pasalnya pihak Denada terus bergeming dari upaya-upaya damai yang telah coba ditawarkan, termasuk mediasi melalui video call yang ditawarkan oleh PN Banyuwangi pun tak ditanggapi.

"Sekarang pintu saya terbuka untuk bermain di ranah persidangan, yang kita harus fight. Kalau fight, ada yang jatuh ada yang tidak," tegas Ronald.

VIRAL ANAK DENADA: Aibnya soal punya anak di luar nikah dibongkar Ressa Rizky Rossano, Denada menangis saat live acara televisi. Denada pun dibela rekan artisnya
VIRAL ANAK DENADA: Aibnya soal punya anak di luar nikah dibongkar Ressa Rizky Rossano, Denada menangis saat live acara televisi. Denada pun dibela rekan artisnya (kolase Youtube)

Meski begitu, Ressa masih berharap ibunya berbicara langsung bahwa ia adalah anak kandungnya, bukan dari mulut orang lain. 

"Saya maunya pengakuan itu tidak melalui kuasa hukum, tapi dari mbak Dena sendiri,” ujarnya.

Denada Pilih Tutup Mulut

Mengenai alasan Denada diam, Iqbal menyebut Denada sengaja mengambil langkah tutup mulut demi menghormati proses hukum di Pengadilan Negeri Banyuwangi.

Selama masa mediasi, Denada berharap suasana tenang agar kedua belah pihak bisa saling introspeksi diri tanpa tekanan. 

"Memang dalam mediasi saya mengutamakan untuk masa tenang. Kepenginnya para pihak ini introspeksi diri, terus timbul inisiatif untuk saling berkomunikasi sehingga ketemu titik damainya," kata Iqbal.

Ikuti saluran Tribunnews Bogor di WhatsApp :

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved