Info Tekno

Awas Iklan di Google Berisi Situs KlikBCA Palsu, Korbannya Sampai Kehilangan Duit Ratusan Juta

Penipuan dengan website Palsu KlikBCA di Google belakangan ini heboh membuat sejumlah korban terjebak.

Tayang:
Editor: Naufal Fauzy
freepik
PENIPUAN SITUS PALSU: Ilustrasi hacker, disadur pada Jumat (21/2/2025). Penipuan dengan website Palsu KlikBCA di Google belakangan ini heboh membuat sejumlah korban terjebak. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Penipuan dengan website Palsu KlikBCA di Google belakangan ini heboh membuat sejumlah korban terjebak.

Alhasil korbannya sampai ada yang mengalami kerugian hingga ratusan juta Rupiah.

Pakar Keamanan Siber Alfons Tanujaya melalui akun Instagram pribadinya juga mengungkap modus jebakan penipuan situs palsu ini.

Parahnya, situs palsu KlikBCA ini ditampilkan sebagai iklan di halaman Google.

"Mereka (penipu/Hacker) bahkan pasang iklan di Google. Harusnya Google mengivestigasi dengan serius dan menncegah hal ini berulang kali kalau mau orang percaya sama hasil Google," kata Alfons.

"Yang makin hari makin ditinggalkan karena jadi sarang iklan scammer dan phishing. Anda klik link tersebut, anda akan diarahkan ke situs palsu," sambung dia.

Dikutip dari Kompas.com, beredar laporan di media sosial mengenai nasabah bisnis yang kehilangan dana dalam jumlah besar akibat penipuan phishing. 

Akun Instagram @realmrbert mengungkapkan bahwa korban seharusnya mengakses layanan KlikBCA Bisnis melalui alamat resmi vpn.klikbca.com. 

Namun, korban justru terjebak mengakses website palsu dengan alamat yang sangat mirip dengan situs resmi, diawali dengan tulisan “vpk”, serta memiliki tampilan menyerupai website asli KlikBCA Bisnis. 

Akibatnya, dana yang ditransfer tidak masuk ke rekening tujuan, melainkan berpindah ke rekening milik pelaku penipuan

Kasus serupa juga dilaporkan oleh akun Instagram @tommy*** (disamarkan). 

Ia mengaku kehilangan dana sekitar Rp 500 juta setelah mengakses website palsu KlikBCA Bisnis melalui mesin pencari Google.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengingatkan nasabah untuk mewaspadai berbagai modus penipuan digital yang kian marak, salah satunya phishing melalui website palsu yang mengatasnamakan BCA.

Peringatan tersebut disampaikan setelah beredarnya laporan nasabah bisnis di media sosial terkait transaksi transfer dana yang berujung kerugian hingga miliaran rupiah. 

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn mengatakan, perseroan telah berkomunikasi dengan nasabah yang terdampak serta melakukan investigasi lebih lanjut terkait laporan tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved