Info Tekno

Waspada Nomor HP Bocor! Kenali Sumber Kebocoran, Bahaya, dan Cara Mengamankannya

Kebocoran nomor ponsel bisa terjadi melalui berbagai celah yang sering tidak disadari pengguna. Inilah cara mencegah dan mengatasinya.

Tayang:
Editor: khairunnisa
freepik
WASPADA NOMOR HP BOCOR: Ilustrasi Hacker. Kebocoran nomor ponsel bisa terjadi melalui berbagai celah yang sering tidak disadari pengguna. Inilah cara mencegah dan mengatasinya. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Era digital yang semakin terhubung, kebocoran nomor telepon kerap terjadi tanpa disadari pengguna. 

Nomor yang tersimpan di aplikasi, media sosial, hingga layanan finansial berpotensi diakses dan dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab. 

Kondisi ini membuka risiko lanjutan, mulai dari spam, penipuan, hingga pembajakan akun, sehingga memahami cara kebocoran terjadi menjadi langkah awal untuk melindungi privasi dan keamanan digital. 

Lantas, bagaimana sebenarnya nomor telepon bisa bocor lewat aplikasi dan layanan online, serta apa saja celah yang kerap dimanfaatkan pelaku? 

Sumber umum kebocoran nomor ponsel 

Dilansir dari laman Global Security Network, kebocoran nomor ponsel bisa terjadi melalui berbagai celah yang sering tidak disadari pengguna. 

Salah satu yang paling umum adalah oversharing di media sosial, misalnya mencantumkan nomor telepon di profil publik atau unggahan terbuka. 

Selain itu, kebocoran data (data breach) dari situs dan aplikasi juga menjadi sumber utama. 

Platform yang menyimpan nomor ponsel pengguna berisiko diretas jika sistem keamanannya lemah. 

Penipuan phishing turut berperan, di mana pelaku menyamar sebagai pihak resmi untuk mengelabui korban agar memberikan nomor telepon

Faktor lain yang kerap diabaikan adalah izin aplikasi, karena sebagian aplikasi meminta akses nomor ponsel tanpa alasan yang benar-benar diperlukan dan berpotensi membagikannya ke pihak ketiga. 

Baca juga: Akun WhatsApp Bisa Diambil Alih Hacker! Ini 28 Aplikasi Pemicu Malware dan Cara Mengatasinya

Risiko jika nomor ponsel bocor 

Ketika nomor ponsel jatuh ke tangan yang salah, risiko yang muncul tidak sekadar spam. 

Penjahat siber dapat memanfaatkannya untuk phishing, pencurian identitas, hingga SIM swapping yaitu metode pengambilalihan nomor untuk membobol akun penting melalui kode OTP. 

Dampaknya bisa berupa kerugian finansial, pengambilalihan akun digital, hingga tekanan psikologis akibat pelanggaran privasi. 

Cara melindungi nomor HP

Untuk mengurangi risiko, pengguna disarankan membatasi pembagian nomor ponsel secara online, meninjau ulang izin aplikasi, serta menggunakan autentikasi dua faktor berbasis aplikasi, bukan SMS. 

Menggunakan nomor virtual untuk kebutuhan non-prioritas juga bisa menjadi solusi agar nomor utama tetap aman. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved