Info Tekno

Cara Hadapi Penipu Online yang Ngaku dari Instansi, Catat Ciri-cirinya Sebelum Rekening Anda Dikuras

Penipuan dengan modus menggunakan nama otoritas di dunia digital marak terjadi dan harus diwaspadai.

Tayang:
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Naufal Fauzy
freepik
WASPADA PENIPUAN ONLINE: Tangkapan layar ilustrasi AI menggambarkan pengguna WhatsApp, Sabtu (1/2/2025). Simak ciri-ciri penipuan online yang mengaku-ngaku instansi dan cara menghadapinya. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Penipuan dengan modus menggunakan nama otoritas di dunia online marak terjadi dan harus diwaspadai.

Tidak hanya di Indonesia, penipuan online ini di luar negeri pun sama.

Seperti yang diketahui, beberapa waktu lalu di Bogor juga diamankan 13 WNA asal Jepang yang melakukan penipuan online dengan cara ini.

Bahkan aparat juga menemukan barang bukti seragam polisi Jepang untuk memuluskan penipuan dengan target warga Jepang sendiri.

Mereka melakukan penipuan online ini dari Indonesia diduga agar markas mereka tidak mudah terdeteksi.

Pakar Keamanan Siber dari Vaksin.com, Alfons Tanujaya juga menyoroti fenomena penipuan online ini.

Seperti kasus lain, scam di Bali yang mana pelakunya menggunakan seragam FBI.

Penipuan online jenis ini, kata dia, juga sudah terjadi di Indonesia.

"Modus menyamar otoritas ini sudah lama mampir ke HP kita," kata Alfons dalam unggahan akun Instagramnya, @Alfonstan bar-baru ini.

Ciri-ciri Penipuan Online Jenis Ini

Untuk kasusnya di Indonesia, kata dia, kostum penipunya berubah namun polanya tetap sama, yaitu :

  • Klaim Otoritas. "Saya dari bank/pajak/polisi." Identitas yang bikin Anda segan.
  • Ciptakan rasa takut. "Rekening Anda akan diblokir." "Ada kasus pidana."
  • Desak bertindak cepat. "Harus sekarang." Panik membuat anda berhenti berpikir.

"Penipu menyerang saat kewaspadaan turun, saat Anda takut atau butuh bantuan," kata Alfons.

Di Indonesia, kata Alfons, penipuan online ini memakai modus kostum lain.

Mulai dari mengaku-ngaku sebagai CS Bank, hingga petugas Bea Cukai.

  • CS Bank : "ada transaksi mencurigakan", minta OTP/PIN.
  • Petugas Pajak : ancam denda, kirim file APK palsu.
  • Polisi / Kejaksaan : klaim Anda terlibat kasus, minta "uang damai".
  • Bea Cukai / Kurir : paket tertahan", minta bayar denda.

"Institusi resmi tidak pernah minta OTP, PIN, atau password. Tidak ada pengecualian. Titik," ungkap Alfons.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
Live
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
VS
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved