Ramadan 2018

Al-Qur'an Berbahan Sutra Ini Ditulis Tangan, Butuh Waktu 2 Tahun Membuatnya

Dengan menggunakan bahan sepanjang 305 meter, tinta harus dipastikan tidak meluber ketika ditulis pada sutra.

Al-Qur'an Berbahan Sutra Ini Ditulis Tangan, Butuh Waktu 2 Tahun Membuatnya
AFP/Wakil Kohsar
Seniman Afganistan Mohammad Tamim Sahibzada menunjukkan Al Quran buatan tangan yang dibuat dari kain sutra di Turquoise Mountain Foundation, Mourad Khani, di bagian kota tua Kabul, Afghanistan. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Seniman di Afghanistan berhasil menyelesaikan satu dari sejumlah Al Quran yang terbuat dari bahan sutra untuk melestarikan tradisi kaligrafi.

Kitab suci yang berisi 610 halaman ini dibuat dengan tangan dari proses panjang penuh ketelitian setiap lembarnya oleh 38 kaligrafer dan seniman.

Perlu waktu dua tahun untuk merampungkannya.

Waktu yang pantas dihabiskan guna menghasilkan karya seni indah yang dibuat oleh Turquoise Mountain Foundation di Mourad Khani, sebuah kota tua di Kabul Dibalut dengan sampul kulit kambing dan bobot totalnya mencapai 8,6 kg, Al Quran sutra ini bisa dimiliki dengan kisaran harga 100.000 dollar AS hingga 200.000 dollar AS, atau maksimal sekitar Rp 2,8 miliar.

"Fokus kami untuk meyakini bahwa kaligrafi tidak mati di negara ini, menulis merupakan bagian dari budaya kami," kata master kaligrafer, Khwaja Qamaruddin Chishti.

Baca: Makan Lembaran Al Quran Pria Ini Nyaris Diamuk Warga, Geleng Kepala Ketika Tahu Alasannya

Al Quran merupakan kitab suci agama Islam, dan kaligrafi sangat dihormati dalam kesenian Islami.

"Ketika ini menjadi seni, sebenarnya kami tidak bisa menentukan berapa harganya. Tuhan mempercayakan kami pada pekerjaan ini, dan itu lebih berarti ketimbang aspek keuangan," ujar Chishti.

Dengan menggunakan pena bambu atau buluh, Chisthti dan rekan sesama kaligrafer menghabiskan waktu dua hari menyalin ayat demi ayat dalam Al Quran setiap halamannya.

Terkadang, butuh waktu lebih lama jika mereka melakukan kesalahan dan harus mengulangnya.

Mereka menggunakan tulisan Naskh, sebuah gaya kaligrafi yang berkembang pada era Islam awal untuk menggantikan tulisan Kufic karena lebih mudah untuk dibaca dan ditulis.

Halaman
123
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved