Viral Balasan Bidan ke Pasiennya yang Sindir Soal Sales Vaksin MR, 'Obat Bius Juga Belum Ada Halal'
Yakni, menurutnya meski diberbolehkan dan statusnya mubah karena dianggap darurat, tapi menurutnya pemberian vaksi pada anaknya bukan hal yang darurat
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Damanhuri
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Seorang ibu yang hendak melahirkan menolak calon bayinya untuk diberi vaksinasi Measles-Rubella (MR).
Menurutnya, meski Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah memperbolehkan dengan alasan darurat, namun menurutnya hal itu tidak diperlukan.
Ia pun meminta kepada bidan yang akan menolong persalinannya untuk tidak memberikan vaksin MR.
Sang bidan pun menghargai keputusan calon ibu itu untuk tidak memberikan vaksin kepada calon bayinya nanti.
Namun rupanya sang bidan merasa tak terima dengan isi pesan yang disampaikan pasiennya itu di WhatsApp.
Ia tak terima lantaran tenaga kesehatan yang menyuruh pasiennya vaksin itu disebut tak lebih seperti sales.
Bahkan sang pasien pun menanyakan apakah sang bidan termasuk sales vaksin atau bukan.
Sang pasien pun mengaku punya alasan mengatakan hal demikian.
Yakni, menurutnya meski diberbolehkan dan statusnya mubah karena dianggap darurat, tapi menurutnya pemberian vaksi pada anaknya bukan hal yang darurat.
Tapi sang bidan kemudian punya cara lain agar pasiennya itu sadar bahwa vaksin diperlukan untuk anak-anak.
• Pelanggan Sang Pisang Nyatakan Dukungan untuk Prabowo, Jawaban Anak Bungsu Jokowi Ini Tuai Pujian
• Tanggapi Puisi Cak Nun Ketika Boneka Menjadi Pemimpin, Ini Kata Kader Demokrat
Begini percakapan mereka :
Pasien : Assalamualaykum, bu bidan nanti kalo saya lahiran saya ga mau anak saya di vaksin yah
Bidan : Wlkumsalam
Baik bu jika itu ibu sudah ibu pelajari dan suada disepakati dg suami ibu.
Pasien : Bu bidan bukan sales vaksin kan? (emot tersenyum)
Maaf saya sebut nakes yg nyuruh pasiennya vaksin itu ga lebih seperti sales
Bidan : Salesman vaksin? Mksdnya? (emote sedih)
Saya kok sedih dg sebutan itu yah. Terlepas saya pro atau kontra menurut saya itu terlalu kasar.
Pasien : Maaf ya bu saya ga maksud apa"
ya kita semua tau bahan pembuat vaksin itu, walo mui sudah declare boleh/mubah krn di anggarp darurat. menurut saya ini bukanlh hal yg darurat
Bidan : Ya terserah alesan ibu apa saya ga masalah. tp saya ga suka dg kalimat di atas. Dokter/bidan yg pro bukan gak pantas di sebut 'tidak lebih dr sekesar sales' mereka bekerja sesuai apa yg mereka fahami. Saya hormati apa keputusan ibu. Tp perbedaan ini baiknya disikapi dg santun

Nanti kalo ibu robek perineum, apa mau di anastesi (bius) untuk penjahitan. Atau langsung jahit saja?
Pasien : aduh di jahit dong bu
Bidang : (kirim foto obat anastesi) Tapi belum ada label halal nih Bu. Saya ga tau juga ini terbuat dari yg haram atau engga?
Pasien : Tapi kan ini termasuk darudat bu bidan
Bidan : Ini ga darurat Bu, artinya kalo saya jahit perinium ibu tanpa anastersi ibu gak akan mati, Cuma ya
Atau ga perlu di jahit aja Bu.. karena juga ga darurat
Wallahualam saya sudahi perdebatan ini ya Bu

Percakapan itu diposting oleh akun Twitter @gothed, Sabtu (16/9/2018).
"ketika mak emak digas dengan halus sama bidan soal vaksin