Pencatutan Nama Presiden dan Wapres

Bos Freeport Janji Hadir di Sidang MKD Siang Ini

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Syamsudin akan hadir dalam persidangan kasus dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden

Editor: Vovo Susatio
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua MKD Surahman Hidayat (kiri) dan Wakil Ketua MKD Junimart Girsang (kanan) memimpin sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) di Kompleks Parlemen Jakarta, Rabu (2/12/2015). Kedatangan Sudirman Said tersebut untuk menyampaikan keterangan kepada MKD terkait dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden dalam negosiasi perpanjangan kontrak Freeport Indonesia. T 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Junimart Girsang memastikan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Syamsudin akan hadir dalam persidangan kasus dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto.

Namun, pengusaha minyak Riza Chalid masih belum dipastikan hadir.

"Saya cek ke sekretaris. Pak Maroef konfirm datang jam 1," kata Junimart saat ditemui di sela-sela sidang MKD di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (2/11).

Ia menjelaskan, MKD belum mendapat informasi dari sekretaris MKD terkait konfirmasi kedatangan Riza.

Jika mangkir hingga panggilan ketiga, menurut dia, ada kemungkinan MKD meminta bantuan kepolisian untuk mendatangkan Riza.

"Mudah-mudahan Riza bisa datang," ujar dia.

Terkait kemungkinan pemanggilan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Pandjaitan yang namanya disebut dalam rekaman, MKD belum mengambil kesimpulan.

Junimart mengatakan, hal tersebut akan ditentukan setelah persidangan besok dengan melihat hubungan antara Maroef dan Riza.

"Semua tergantung hasil sidang. Setelah itu akan kita rapatkan dalam rapat internal, siapa yang akan kita panggil untuk bisa kita dalami," ungkapnya.

Terpisah, Penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung akan memanggil orang-orang yang diduga terlibat dalam rekaman soal pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden.

Pemanggilan itu terkait penyelidikan perkara dugaan permufakatan jahat dalam pertemuan antara Ketua DPR RI Setya Novanto, pengusaha Riza Chalid dan Presiden Direktur PT Freeport Maroef Sjamsoedin.

"Kami akan dalami. Karena rekaman itu masih harus kami validasi lagi dengan (orang-orang) yang diduga terlibat langsung," ujar Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Arminsyah.

Saat ditanya apakah orang-orang yang diduga terlibat rekaman suara itu adalah Setya Novanto, Riza Chalid dan Maroef Sjamsoedin, Arminsyah enggan menyebut nama.

"Yang jelas yang terlibat dalam rekaman itu. Ya nanti lihat saja," ujar Arminsyah.

Meski demikian, Arminsyah mengaku belum dapat memastikan kapan pemanggilan itu akan dilaksanakan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved