TOPIK
Pencatutan Nama Presiden dan Wapres
-
Ketua DPP Partai Golkar kubu Agung Laksono, Ace Hasan Syadzily merasa sudah memiliki tokoh yang cocok untuk memimpin parlemen.
-
Rencananya seperti itu (sebelum reses), jika lancar semua.
-
Ya bisa saja. Jangankan rekaman, tulisan, jejak kaki pun bisa jadi alat bukti. Puntung rokok juga bisa jadi (alat bukti), jadi tidak ada masalah
-
Jawabannya, 'saya tidak tahu, saya lupa. Saya mohon maaf tidak pada tempatnya menjawab'. Ya bagaimana?
-
Saya dengar Presiden dan Wapres akan melaporkan SN ke polisi atas pencatutan namanya tersebut
-
Rekaman ini tentu saya sudah sampaikan secara detil karena itu saya tidak bersalah
-
Saya enggak apa-apa katakan Presiden gila, sarap, koppig
-
Kalau sidang MKD tertutup berarti ada yang ingin ditutupi oleh pihak tertentu
-
Maroef ditanya soal dugaan permufakatan dalam rekaman pembicaraan antara dia, Setya Novanto, dan Muhammad Riza Chalid
-
Hanya di situ kesamaan cerita keduanya. Sisanya justru adalah kisah yang berbeda, bahkan saling bertolak belakang.
-
Sejumlah hal menarik terungkap dalam rekaman, di antaranya pembicaraan mengenai rencana divestasi PT Freeport
-
Saat ini saya belum mau berkomentar
-
pertemuan itu sudah terbukti ada dan telah diakui sendiri oleh Setya Novanto, dan tinggal masuk ke ranah etik, itu melanggar kode etik DPR
-
Pada Februari lalu, Presiden Jokowi memang sempat mengusulkan Budi Gunawan sebagai kepala Polri.
-
Dalam voting tersebut, empat anggota MKD tidak setuju rekaman dibuka.
-
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Syamsudin akan hadir dalam persidangan kasus dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden