Hati-hati Melintasi Jalan di Kampung Tanpa Penghuni Ini, Mobil Bisa Terjebak
Ini jalan penghubung, kalau mau ke Cianjur, Cipanas, Cileungsi, atau sebaliknya mau ke Bogor
Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Vovo Susatio
Laporan wartawan TribunnewsBogor.com, Ardhi Sanjaya
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, SUKAMAKMUR - Jalan yang membelah Kampung Gombong, Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor sulit dilintasi jika diguyur hujan.
Kondisi jalan yang terputus pasca bencana pergeseran tanah pada Febuari 2014 lalu, membuat jalur penghubung antar daerah ini masih dalam bentuk tanah.
Alhasil, jika turun hujan, jalan yang panjangnya sekitar 300 meter ini sangat licin.
"Ini jalan penghubung, kalau mau ke Cianjur, Cipanas, Cileungsi, atau sebaliknya mau ke Bogor," kata Handi, seorang pengendara motor.
Baca: Horor, Kampung Ini Ditinggal Semua Penghuninya! Sudah Setahun Lebih
Tak sedikit mobil yang terjebak dalam lumpur sewaktu melintasi jalan di Kampung Gombong.

Sejak 17 Febuari 2014 silam, akses jalan di Kampung ini belum juga diperbaiki. Padahal, jalan ini merupakan akses utama, meski kampung ini sudah tak ada lagi penghuninya.
"Ini juga batu-batu dari gotong royong warga, dulu mah cuma tanah doang jalannya," kata Iwan seorang warga Kampung Gombong, kepada TribunnewsBogor.com
Baca : Diterjang Bencana, Subhanallah, Masjid dan Makam Sepuh Kampung Ini Masih Utuh
Kampung Gombong di Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor kondisinya amburadul pasca bencana.
Sudah tak ada lagi rumah warga yang utuh atau fasilitas lain selayaknya perkampungan.
Kalau malam tiba, kampung ini dipastikan gelap gulita, tanpa ada penerangan karena tak ada lagi penduduk bermukim di Kampung Gombong.
"Itu sudah tidak boleh lagi dibangun apa-apa," kata Kepala Desa Cibadak, M. Ulung, kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (18/12/2015).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/jalan-kampung-gombong_20151220_160533.jpg)