Penyerangan Polsek di Papua
Kalau Polisi Ditembak Orang, Mana HAM-nya?
Jika polisi menembak warga sipil, wacana yang digembar-gemborkan adalah pelanggaran hak asasi manusia. hal yang sama tak terjadi jika polisi tewas
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, JAKARTA -- Peristiwa penyerangan Polsek Sinak, Kabupaten Puncak, Papua, yang menewaskan tiga personel polisi, Minggu (27/12/2015), seharusnya menjadi momentum menyadarkan publik sekaligus institusi polri soal hak asasi manusia (HAM).
Demikian dikatakan kriminolog sekaligus pakar psikolog forensik Reza Indragiri Amriel lewat pesan singkat yang diterima Kompas.com, Selasa (29/12/2015).
"Tragedi Sinak adalah momen tepat untuk membangun keinsafan publik akan hak asasi polisi dan kesadaran polisi akan hak asasinya sendiri," ujar Reza.

Kompas.com
Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel dalam sebuah diskusi di Jakarta.
Ia mengatakan, jika aparat kepolisian menembak warga sipil, wacana yang digembar-gemborkan adalah pelanggaran hak asasi manusia.
Akan tetapi, Reza menilai, hal yang sama tak terjadi jika personel polisi yang tewas.
"Polisi di Sinak ditembak orang, di mana hak asasi manusia terhadap mereka?" ujar Reza.
Menurut Reza, seharusnya publik pun berlaku adil atas peristiwa tersebut.
Reza mengatakan, hak asasi polisi juga harus diperjuangkan.
Sebelumya, sekelompok orang tak dikenal menyerang Polsek Sinak, Kabupaten Puncak, Papua, Mingu (27/12/2015) malam.
Akibat penyerangan itu, tiga personel kepolisian tewas dan beberapa pucuk senjata dirampas kelompok penyerang.
Korban tewas dalam serangan itu adalah Briptu Ridho, Bripda Arman, dan Bripda Ilham.
Ketiganya terkena luka tembak yang datang dari kelompok orang tidak dikenal dari belakang polsek.
Presiden Joko Widodo telah meminta kasus penyerangan Polsek Sinak di Kabupaten Puncak, Papua, ditangani serius oleh Polri dan TNI.
Jokowi ingin kasus penyerangan itu cepat diselesaikan agar keamanan Papua dapat terjamin.
"Beliau (Presiden) menyampaikan (kasus penyerangan Polsek) sebagai hal yang harus diprioritaskan untuk diselesaikan," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di kantornya, Jakarta, Senin (28/12/2015).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/penembakan-di-papua_20151228_095913.jpg)