Panasonic dan Toshiba Bakal Tutup Pabrik, 2500 Orang Kehilangan Pekerjaan
Di luar dua perusahaan elektronik raksasa ini, terdapat dua perusahaan elektronik lain asal Korea Selatan yang juga mengumumkan akan menutup pabriknya
Perlambatan ini mengakibatkan barang produksi menjadi tidak laku dipasaran.
Selain itu adalah karena menurunnya daya beli masyarakat.
Manajemen Panasonic Lighting dan Toshiba mengklaim, penutupan pabrik bukan lantaran upah buruh yang tinggi, melainkan karena sepinya pasar dan penurunan daya beli.
Tetapi, kata Said, PP Nomor 78 tahun 2015 mengenai pengendalian upah terbukti menurunkan daya beli masyarakat. Karena buruh pabrik merupakan pasar utama dari industri padat modal seperti industri otomotif dan sebagainya.
Dengan adanya pengendalian upah, daya beIi menjadi turun sehingga tingkat konsumsi masyarakat pun menjadi lemah.
Dengan PHK, pelemahan daya beli ini, maka tingkat pertumbuhan ekonomi 2016 yang ditargetkan mencapai 5,3 persen menurut Said Iqbal tidak akan tercapai dan hanya akan tumbuh sama seperti 2015 lalu di level 4,7 persen.
Faktor lain yaitu kegagalan paket kebijakan pemerintah Jokowi-JK di tingkat implementasi karena justru banyak perusahaan yang tutup.
Faktor ketiga menurut Said Iqbal adalah retorika paket kebijakan hanya untuk menyenangkan investor.
Padahal kenyataannya investor memilih wait and see untuk masuk ke Indonesia lantaran banyak yang hengkang.
Kabar penutupan dua pabrik milik PT Panasonic Lighting di Pasuruan, Jawa Timur, dan Bekasi, Jawa Barat, tidak akan memengaruhi bisnis penjualan Panasonic di Tanah Air.
PT Panasonic Gobel Indonesia yang selama ini banyak memproduksi produk elektronik rumah tangga menyatakan, pada tahun ini, justru siap melakukan ekspansi besar-besaran.
"Kami kan berada pada divisi yang berbeda. Justru penjualan produk konsumer elektronik sedang tumbuh saat ini," kata Achmad Razaki, Associate Director PT Panasonic Gobel Indonesia Elektronik, kepada Kontan, Selasa (2/2/2016).
Ia mengklaim, sejak akhir tahun 2015, penjualan produk konsumer elektronik yang dilakukannya berhasil mencatatkan rekor pada bulan November dan Desember.
Bahkan, pada bulan Januari tahun lalu, penjualan Panasonic tercatat tumbuh hingga 30 persen dari pencapaian periode yang sama tahun sebelumnya.
Karena itu, menurut Achmad, pada tahun ini, Panasonic Gobel Indonesia masih akan banyak meluncurkan produk baru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/demonstrasi-buruh_20160203_143123.jpg)